Dampak Normalisasi Sungai Cuan, Sebagian Wilayah Desa Persiapan Tanding Jaya Terendam Banjir dan Kegiatan Masyarakat Lumpuh

INTIP24NEWS | PALI – Desa Persiapan Tanding Jaya Kecamatan Penukal Utara Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir(PALI) Sumsel terendam banjir dampak dari normalisasi Sungai Cuan.

Hal ini disampaikan oleh Pj Kepala Desa Induk Karang Tanding, Arisman ketika dikonfirmasi awak media di kediamannya Desa Karang Tanding, Sabtu (25/12/2021).

Arisman mengatakan, “memang benar telah terjadinya banjir di Desa persiapan desa tanding jaya pada hari kamis (23/12/2021) yang diakibatkan air dari normalisasi sungai cuan yang dialirkan ke sungai/drainase yang berada melintas dipermukiman warga Desa Tanding Jaya meluap(pasang).” katanya.

IMG-20211225-WA0074

Bacaan Lainnya

Dirinya menambahkan, “akibat intensitas hujan yang tinggi, warga yang berada di sekitar aliran sungan tersebut mengalami kebanjiran. Ketingian air mencapai 80 cm di rumah warga serta juga mengenangi areal perkebunan masyarakat sehingga masyarakat tidak bisa melakukan aktifitas / rutinitas seperti biasanya yang dilakukan di kebun dan mengakibatkan masyarakat sangat dirugiakan alias tidak bisa mencari nafkah,” ujarnya.

Untuk itu disampaikankan kepada para pihak yang terlibat dalam proses normalisasi sungai cuan agar bertangung jawab kepada warga yang terdampak banjir tersebut dan juga disampaikan pada Pemerintah Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir agar dapat melakukan tindakan kepada pihak tersebut diatas dan memberikan bantuan berupa pangan dan lain-lain sesuai dengan kebutuhan anggota yang dibutuhkan warga,” ungkao Pj Kades Karang Tanding yang akrab di pangil Aris.

Selain dari pada itu, Aris juga menyampaikan,” atas permintaan warga agar pihak/aparat penegak hukum untuk melakukan upaya penyidikan dan penyelidikan adanya atas tindakan para kontraktor pengerjaan sungai cuan secara adil dan objektif,” tegasnya.

Menurut analisa dan disesuaikan dengan kondisi dilapangan pemukiman dan areal perkebunan warga yang terkena banjir kalau tidak segera diselesaikan akan terjadi begitu hujan banjir,begitu hujan banjir terus menerus kalau tidak dilakukan langkah yang kongrit untuk mengatasi masalah ini masih tetap terjadi banjir bahkan menjadi langanan ketika terjadi musim hujan datang.

Hasil pantauan Awak Media ke warga masyarakat yang mempunyai usaha kebun dan lain-lain ketika dikonfirmasi Amin Samudra membenarkan hal tersebut.

“Terjadinya kebanjiran dan merasa terkejut karena selama ini belum pernah terjadi banjir seperti ini dan di trant tanding jaya tidak pernah terjadinya banjir baru sekali ini terjadi banjir.” Ucap Amin.

Ditambahkan Amin, “drainase yang dialiri oleh air dari sungai cuan sebelumnya digunakan masyarakat sekitar untuk mandi dan mencuci setelah dialiri sungai cuan masyarakat tidak bisa lagi mengunakan air tersebut untuk melakukan aktifitas mandi, cuci sebagaimana biasanya karena air tersebut sudah tercemar berubah warna dan kotor disertai dipenuhi lumpur dan sampah sisa dari pengerjaan sungai cuan.” pungkasnya. (Dharmawan SE/Yyk)

Pos terkait