INTIP24NEWS – Kepala Staf Umum Tentara inggris Jenderal Patrick Sanders mengatakan adalah keharusan bagi Inggris untuk mampu mengalahkan Moskow. “Pasukan Inggris harus siap bertarung di Eropa sekali lagi,” kata kepala Staf Umum yang baru pada Minggu (19/6) seperti dilansir Sky News.
Sanders mengklaim bahwa invasi Rusia ke Ukraina menegaskan, “tujuan inti pasukannya untuk melindungi Inggris dengan siap berperang dan memenangkan perang di darat.”
Sekarang ada keharusan yang mendesak untuk membentuk Angkatan Darat yang mampu bertempur bersama sekutu kita dan mengalahkan Rusia dalam pertempuran,” tulis sang jenderal dalam suratnya, yang dikutip di seluruh media Inggris.
Dia menekankan bahwa dia mengambil alih tanggung jawab keamanan saat ini.
Dia juga mengklaim sebagai kepala Staf Umum yang pertama sejak 1941 yang mengambil alih komando Angkatan Darat dalam bayang-bayang perang darat di Eropa yang melibatkan kekuatan Eropa.
“Kami adalah generasi yang harus mempersiapkan Angkatan Darat Inggris untuk berperang di Eropa sekali lagi,” klaim Sanders.
Pernyataannya itu senada mengikuti peringatan keras dari Perdana Menteri negara itu Boris Johnson.
Mengatakan kepada The Times pada hari Sabtu, Perdana Menteri Inggris Boris Johnson mengklaim: “Kita perlu menguatkan diri untuk perang yang panjang, karena {Presiden Rusia Vladimir Putin} melanggengkan kampanye invasinya dan mencoba untuk
meluluh-lantahkan Ukraina dengan brutal.”
Menurut Johnson, semuanya sekarang tergantung pada apakah Ukraina dapat memperkuat kemampuannya untuk mempertahankan wilayahnya lebih cepat daripada Rusia dapat memperbarui kapasitasnya untuk menyerang. Oleh karena itu Barat meminta waktu di pihak Ukraina.
“Kami tahu Putin tidak akan berhenti memporak pondakan Ukraina. Baru minggu lalu, dia membandingkan dirinya dengan Peter the Great dan memberikan hak abadi kepada Rusia untuk ‘mengambil kembali’ wilayah mana pun yang pernah dikuasai oleh Slavs, sebuah doktrin yang akan memungkinkan penaklukan wilayah yang luas di Eropa, termasuk wilayah-wilayah sekutu NATO,” Perdana Menteri Inggris memperingatkan.
Inggris telah menjanjikan lebih dari US$1,6 miliar dalam dukungan ekonomi dan kemanusiaan ke Ukraina dan memberikan negara itu lebih dari 5.000 rudal anti-tank NLAW dan sistem peluncuran roket jarak jauh.
Sementara itu, Moskow secara konsisten memperingatkan Barat agar tidak ‘memompa’ Ukraina dengan senjata, dengan mengatakan bahwa itu hanya akan memperpanjang konflik dan menciptakan masalah lebih lanjut. Dan memperjelas bahwa mereka menganggap senjata asing di wilayah Ukraina sebagai target yang sah.
Rusia menyerang negara tetangganya itu pada akhir Februari lalu, menyusul kegagalan Ukraina untuk mengimplementasikan persyaratan perjanjian Minsk, yang pertama kali ditandatangani pada 2014, dan pengakuan Moskow atas Republik Donbass di Donetsk dan Lugansk.
Protokol yang diperantarai Jerman dan Prancis dirancang untuk memberikan status khusus kepada daerah-daerah yang memisahkan diri dari negara Ukraina.
Kremlin sejak itu menuntut agar Ukraina secara resmi menyatakan dirinya sebagai negara netral yang tidak akan pernah bergabung dengan blok militer NATO yang dipimpin AS.
Kiev menegaskan serangan Rusia benar-benar tidak beralasan dan membantah klaim bahwa pihaknya berencana untuk merebut kembali kedua republik dengan paksa.
Sumber: RT
Editor: Hasan M























































