Hari Ini 20 Tahun Yang Lalu, Tragedi WTC 11 September Selasa Kelabu

Pasukan Amerika berada di salah satu status siaga tertinggi mereka. Pentagon juga telah mengerahkan kelompok pertempuran laut di lepas pantai timur negara itu untuk meningkatkan pertahanan udara.

BBC History mencatat saat itu Presiden Bush sedang pidato untuk murid-murid di sebuah sekolah Florida ketika kepala stafnya membisikkan berita tentang serangan itu kepadanya. Dia diterbangkan ke Pusat Komando Strategis AS di Nebraska, tempat senjata nuklir negara itu dikendalikan.

Setelah menyerang dua menara WTC di New York, pesawat American Airlines jenis Boeing 757 menabrak sisi barat gedung Pentagon, markas militer AS di Washington DC. Gedung runtuh seketika dan menewaskan 125 orang personel militer juga warga sipil.

Jumlah terakhir orang yang tewas dalam serangan bunuh diri pada 11 September itu sekitar 3.000 orang. Butuh hampir sembilan bulan untuk membersihkan jutaan ton puing-puing di “Ground Zero” tempat World Trade Center berdiri.

Bacaan Lainnya

Penyelidikan kriminal terbesar dalam sejarah dengan cepat mengidentifikasi para pembajak, dan menghubungkan mereka dengan al-Qaeda – kelompok militan Islam yang didirikan oleh Osama bin Laden.

Osama bin Laden saat itu bersembunyi dengan bantuan Taliban saat memerintah Afghanistan dari 1996 hingga 2001. Amerika Serikat pun langsung menginvasi Afghanistan dan menggulingkan Taliban karena menolak menyerahkan para pemimpin Al-Qaeda setelah serangan 11 September 2001.

Kini, Taliban kembali berkuasa di Afghanistan. Menteri Pertahanan AS Lloyd Austin mengatakan, kelompok ekstremis Al-Qaeda yang menggunakan Afghanistan sebagai pangkalan untuk menyerang Amerika Serikat 20 tahun lalu, mungkin mencoba beregenerasi di sana menyusul keluarnya pasukan Amerika yang telah membuat Taliban berkuasa. 

Hal itu diungkap Austin kepada sekelompok kecil wartawan di Kuwait City pada akhir lawatan empat hari ke negara-negara Teluk Persia. Dia mengatakan Amerika Serikat siap mencegah kembalinya Al-Qaeda di Afghanistan yang akan mengancam Amerika Serikat.

“Seluruh dunia sedang mengamati apa yang terjadi dan apakah Al-Qaeda memiliki kemampuan untuk beregenerasi di Afghanistan,” katanya.

“Al-Qaeda dan ISIS akan selalu berusaha menemukan ruang untuk tumbuh dan beregenerasi, apakah itu di sana, di Somalia, atau wilayah lain yang tidak berpemerintahan.”

Selama 20 tahun pasukan AS berada di Afghanistan, aktivitas Al-Qaeda sangat berkurang. Tetapi pertanyaan kini kembali muncul tentang prospek masa depannya dengan Taliban di Kabul.

“Kami sudah memberi tahu Taliban bahwa kami berharap mereka tidak membiarkan itu terjadi,” kata Austin, mengacu pada kemungkinan Al-Qaeda menggunakan Afghanistan sebagai basis operasinya di masa depan.

Dalam perjanjian dengan pemerintahan Trump Februari 2020, pemimpin Taliban berjanji tidak mendukung Al-Qaeda atau kelompok ekstremis lain yang mengancam Amerika Serikat. Namun para pejabat AS meyakini bahwa Taliban mempertahankan hubungannya dengan Al-Qaeda, dan banyak negara, termasuk negara-negara Teluk Arab. Mereka khawatir bahwa kembalinya Taliban ke tampuk kekuasaan dapat membuka pintu bagi kebangkitan pengaruh Al-Qaeda.

Austin menegaskan, militer AS mampu menanggulangi Al-Qaeda atau ancaman ekstremis lainnya ke Amerika Serikat yang berasal dari Afghanistan dengan menggunakan pesawat pengintai dan serangan yang berbasis di tempat lain, termasuk di Teluk Persia. Namun ia juga mengakui usaha itu akan lebih sulit tanpa pasukan AS dan tim intelijen yang berbasis di Afghanistan. 

Pengamat Timur Tengah dari Universitas Indonesia, Yon Machmudi, menilai potensi bangkitnya Al-Qaeda di Afghanistan itu kecil. Kepentingan Taliban kini sudah berbeda sejak kembali berkuasa. Al-Qaeda justru dinilai bisa mengganggu pemerintahan Taliban ke depannya. 

“Mereka akan memerangi kelompok Al-Qaeda dan ISIS yang menggunakan tanah atau wilayah Afghanistan untuk tujuan-tujuan terorisme,” ujar Yon Machmudi.

Pos terkait