Pandeglang, Intip24News.com – Misteri hilangnya kapal cepat KM Arupadatu I di perairan Selat Sunda hingga kini belum terungkap. Memasuki hari kesembilan operasi pencarian, tim SAR gabungan masih belum menemukan keberadaan kapal yang membawa rombongan jurnalis dan kru tersebut.
Basarnas memastikan pencarian masih berlanjut. Namun, hingga Rabu malam, seluruh penyisiran di sejumlah sektor belum menemukan tanda-tanda keberadaan kapal maupun korban.
Kepala Kantor SAR Banten, Al Amrad, mengatakan operasi tersebut telah memasuki H+2 masa perpanjangan. Pencarian dilakukan dengan memperluas cakupan wilayah hingga ribuan mil laut.
“Hingga pelaksanaan hari kesembilan atau H+2 masa perpanjangan operasi SAR terhadap kapal cepat yang hilang kontak di sekitar Gunung Anak Krakatau, hasilnya dilaporkan masih nihil,” ujar Al Amrad dalam konferensi pers di Posko Utama SAR Carita, Pandeglang, Rabu malam (16/09/2026 ).
Pada hari kesembilan, luas wilayah pencarian mencapai 3.439 nautical mile (NM) persegi. Area tersebut mencakup perairan di sekitar Gunung Anak Krakatau, kawasan pesisir Banten dan Lampung, hingga wilayah Pulau Enggano, Bengkulu.
Besarnya wilayah yang harus disisir membuat operasi melibatkan kekuatan besar dari berbagai unsur. Sebanyak 22 armada laut dikerahkan, terdiri dari lima KRI, dua KAL dan satu RBB dari TNI Angkatan Laut, delapan kapal Polairud, tiga KN SAR, dua RIB, serta satu kapal patroli KPLP.
Delapan Sektor Disisir
Pencarian dibagi menjadi delapan sektor dengan lintasan yang berbeda.
Di Sektor A, KRI Dewa Kembar bersama KP Sanjaya menyisir perairan sebelah barat Teluk Belimbing. Sementara KN SAR Basudewa bergerak dari Pulau Sebesi menuju wilayah tenggara Tanggamus di Sektor B.
Di Sektor C, KRI Leuser menyisir perairan Ujung Kulon hingga wilayah barat Pulau Panaitan dan mengarah ke Samudra Hindia. Sementara KN SAR Antasena dan KRI Lepu melakukan penyisiran di sebelah barat Gunung Anak Krakatau pada Sektor D.
Pencarian berlanjut di Sektor E, dengan RIB 02 Lampung dan KAL Pahawang menyisir hingga Teluk Kalianda.
Di Sektor F, tujuh kapal Polairud bergerak dari perairan barat Gunung Anak Krakatau hingga Pulau Tunda.
Sementara itu, Sektor G meliputi jalur Dermaga Marina Carita hingga Anyer yang disisir KAL Anyer, RIB 02 Banten dan RBB Pulau Peucang.
Adapun Sektor H melibatkan KN SAR Tetuka, KRI Kerambit, KRI Gilimanuk dan KN Damaru untuk menyisir kawasan sekitar Anak Krakatau hingga selatan Pulau Sebesi.
Pencarian Diperluas hingga Bengkulu
Upaya pencarian tidak hanya dilakukan di wilayah Selat Sunda. Kantor SAR Bengkulu turut melakukan operasi di sekitar pesisir Pulau Enggano.
Basarnas juga memperkuat pemantauan terhadap kapal-kapal yang melintas melalui sistem e-broadcast. Informasi pencarian disebarluaskan melalui Stasiun Radio Pantai (SROP) serta Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP).
Namun, setelah seluruh sektor dan jalur pemantauan dilakukan, belum ada informasi yang mengarah pada keberadaan KM Arupadatu I.
“Namun seluruh jalur pelaporan mengonfirmasi hasil yang masih nihil,” tegas Al Amrad.
Operasi pencarian kini masih menjadi perhatian karena keberadaan KM Arupadatu I dan rombongan jurnalis serta kru kapal tersebut belum diketahui.
( Red-TLP )














































