BEKASI, intip24news.com – Menjelang rencana aksi unjuk rasa yang akan digelar pada 1–5 September 2025 mendatang, Ketua Forum Komunikasi Warga Bekasi (FKWB) yang juga sekaligus Ketua WBI/WJI Kabupaten Bekasi, H Apud Syaepudin, mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjaga situasi tetap aman, damai, dan kondusif.
Seruan ini ia sampaikan langsung saat menerima sejumlah tokoh masyarakat, driver ojek online (ojol), serta berkoordinasi dengan Aparatur Penegak Hukum (APH) di kediamannya, Minggu (31/8/2025).
H Apud menegaskan bahwa komunikasi dengan berbagai pihak terus dilakukan secara intensif, baik melalui pendekatan personal maupun persuasif. Hal ini demi memastikan agar rencana penyampaian aspirasi masyarakat tidak berkembang menjadi aksi yang merugikan semua pihak.
“Sejak pagi kami dari WBI/WJI Kabupaten Bekasi sudah berkomunikasi dengan para tokoh masyarakat. Kami sampaikan secara persuasif bahwa apabila unjuk rasa berjalan anarkis, maka yang dirugikan bukan hanya pemerintah, tapi juga masyarakat secara luas,” ujarnya.
Lebih lanjut, H Apud menyatakan mendukung langkah mahasiswa maupun elemen masyarakat yang ingin menyuarakan aspirasi. Namun, ia menekankan pentingnya menjaga agar penyampaian pendapat tetap berlangsung damai, tertib, dan tidak menimbulkan kerugian.
“Kami setuju dengan aspirasi yang ingin disampaikan teman-teman mahasiswa maupun masyarakat lainnya. Tetapi harapan kami, jangan sampai ada tindakan anarkis. Semua pihak harus merasa aman dan tidak dirugikan,” tambahnya.
Kepada Pemerintah Daerah, H Apud berpesan agar menerima aspirasi masyarakat dengan sikap ramah, terbuka, dan penuh empati. Menurutnya, masyarakat yang akan menyuarakan pendapat adalah bagian dari saudara sebangsa yang memiliki hak yang sama dalam demokrasi.
Sementara itu, untuk aparat penegak hukum, ia berharap pengamanan aksi dilakukan secara humanis. “Tentu, jika ada hal-hal yang tidak diinginkan terjadi, maka itu akan menjadi situasi yang berbeda. Namun selama masih bisa dikendalikan dengan pendekatan humanis, itulah yang paling baik,” tegasnya.
Sebagai tokoh masyarakat, H Apud kembali mengingatkan bahwa tujuan utama dari aksi adalah menyampaikan aspirasi, bukan menciptakan kekacauan. Ia mengimbau agar semua pihak dapat menjaga ketertiban bersama.
“Mari kita bersama-sama membangun Kabupaten Bekasi menjadi lebih baik lagi. Jika ada aspirasi yang ingin disampaikan, sampaikanlah dengan cara yang baik dan sesuai aturan. Semoga kita semua bisa menjaga Kabupaten Bekasi tetap aman, nyaman, tenteram, serta terus bangkit menuju masyarakat yang maju dan sejahtera,” pungkasnya.
WJI “Bergerak maju menang”
WBI “Indonesia untuk bangsa indonesia”
Bekasi “Bangkit maju sejahtera”


















































