Malam Penutupan HUT RI Ke-81 Gunungkidul Dimeriahkan Wayang Kulit KI H. Gunanto Kalijendro

Gunungkidul, intip24news.com
Rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun Republik Indonesia ke-81 Tahun 2026 di Kabupaten Gunungkidul ditutup dengan kemeriahan luar biasa. Acara malam penutupan digelar di Alun-alun Pemda Kabupaten Gunungkidul, DIY  dan menjadi pusat perhatian masyarakat dari berbagai kapanewon.

Malam puncak ini dihadiri langsung oleh jajaran pimpinan daerah. Bupati Gunungkidul, Endah Subekti Kuntariningsih, S.E., M.P.  hadir didampingi Wakil Bupati Joko Parwoto, S.E., M.M. Turut hadir pula seluruh unsur Forkopimda Kabupaten Gunungkidul  dan Wakil Ketua DPRD Kabupaten Gunungkidul, Heri Nugroho, S.E.

Kehadiran para tokoh ini menjadi simbol kebersamaan antara pemerintah, legislatif, TNI-Polri, dan masyarakat dalam merayakan kemerdekaan.
IKG Turut Hadir, Rasa Kangen Gunungkidul Terobati
Malam penutupan juga dihadiri Ketua  Ikatan Keluarga Gunungkidul (IKG) Samiyo.SE.MM di dampingi  Sudarminto. Kehadiran IKG banyak memberikan kontribusi buat kegiatan  di wilayah Gunungkidul dan menambah kehangatan suasana, mengingat banyak warga Gunungkidul yang merantau ke luar daerah namun tetap punya tali ikatan kuat dengan tanah kelahiran.

“Ini bentuk cinta kami pada Gunungkidul. Dimanapun berada, kami tetap mendukung kemajuan daerah,” ungkap Sudarminto saat ditemui di lokasi.
Wayang Kulit Semalam Suntuk Jadi Puncak Acara
Puncak kemeriahan malam penutupan adalah digelarnya pentas wayang kulit semalam suntuk yang dibawakan langsung oleh dalang kondang asal Gunungkidul, Ki H. Gunanto Kalijendro, S.H., M.H.

Bacaan Lainnya

Dalang asal Kepek, Wonosari ini dikenal luas karena gaya pedalangannya yang khas, lugas, dan sarat pesan moral. Lakon yang dibawakan tidak hanya menghibur, tetapi juga mengajak masyarakat merenungkan nilai-nilai perjuangan para pahlawan dalam merebut dan mengisi kemerdekaan.

Sorak gembira dan tawa penonton pecah saat goro-goro dimulai. Namun suasana juga hening penuh penghayatan saat adegan perang dan wejangan dalang disampaikan. Ini membuktikan bahwa wayang kulit tetap relevan sebagai media hiburan sekaligus pendidikan karakter.

“Wayang itu cermin kehidupan. Di malam kemerdekaan ini, kita diingatkan lagi tentang semangat gotong royong, persatuan, dan cinta tanah air,” ujar salah satu penonton.
Kemerdekaan Harus Diisi dengan Budaya
Bupati Gunungkidul, Endah Subekti Kuntariningsih, dalam sambutannya menyampaikan bahwa peringatan HUT RI bukan hanya seremoni. Lebih dari itu, kemerdekaan harus diisi dengan kegiatan yang memperkuat jati diri bangsa, salah satunya melalui pelestarian budaya.

“Gunungkidul bangga punya seniman seperti Ki Gunanto. Melalui wayang, kita jaga budaya, kita jaga persatuan. Dirgahayu Republik Indonesia ke-81, semoga Gunungkidul semakin maju,” tegas Bupati.

Acara malam penutupan ditutup menjelang subuh dengan penuh khidmat. Ribuan warga yang memadati Alun-alun Pemda tampak puas dan bangga.

Dengan berakhirnya rangkaian HUT RI ke-81 ini, Pemerintah Kabupaten Gunungkidul berharap semangat kemerdekaan terus menyala dalam setiap langkah pembangunan dan pelestarian budaya di Bumi Handayani. (Pri)



Pos terkait