Tangerang, intip24news.com — Kondisi Jalan Raya Pantura tepatnya di Jalan Insinyur Sutami, Desa Karang Anyar, Kecamatan Kemiri, Kabupaten Tangerang, Banten, menuai sorotan masyarakat.
Minimnya fasilitas Penerangan Jalan Umum (PJU) membuat kawasan tersebut gelap gulita pada malam hari dan dinilai membahayakan keselamatan pengguna jalan.
Pantauan di lokasi pada Rabu (20/5/2026) malam menunjukkan sepanjang ruas jalan provinsil tersebut nyaris tanpa penerangan memadai.
Situasi ini tidak hanya mengganggu kenyamanan pengendara, tetapi juga memicu kekhawatiran masyarakat terhadap meningkatnya potensi kecelakaan lalu lintas dan tindak kriminalitas.
Warga menilai kondisi tersebut sudah berlangsung cukup lama tanpa adanya penanganan serius dari pihak terkait. Padahal, Jalan Raya Pantura merupakan salah satu jalur strategis dengan aktivitas kendaraan yang cukup padat, baik kendaraan pribadi maupun kendaraan logistik.
Ketua Forum Silaturahmi Ormas, Lembaga, dan Media Kecamatan Kemiri, Jay, menyampaikan keprihatinannya terhadap kondisi jalan yang dinilai sangat memerlukan perhatian pemerintah, khususnya terkait fasilitas penerangan jalan umum.
“Ini sangat miris. Jalan Raya Pantura di Jalan Insinyur Sutami Desa Karang Anyar gelap gulita tanpa lampu penerangan jalan. Kondisi ini sangat rawan kecelakaan dan tindak kriminal. Kami meminta Pemerintah Provinsi Banten segera memberikan penerangan jalan umum demi keselamatan masyarakat,” ujar Jay.
Menurutnya, penerangan jalan bukan hanya sekadar fasilitas pendukung, tetapi menjadi bagian penting dalam menjaga keselamatan dan keamanan masyarakat pengguna jalan, terutama pada malam hingga dini hari.
Masyarakat berharap Pemerintah Provinsi Banten bersama pemerintah daerah segera mengambil langkah konkret dengan melakukan pemasangan PJU di sepanjang ruas Jalan Insinyur Sutami. Selain meningkatkan keselamatan berkendara, keberadaan penerangan jalan juga diyakini mampu menekan potensi aksi kriminalitas di kawasan tersebut.
Warga pun meminta agar persoalan penerangan jalan tidak dipandang sebagai isu sepele, mengingat jalan nasional tersebut merupakan jalur vital penghubung aktivitas ekonomi dan mobilitas masyarakat di wilayah pesisir utara Kabupaten Tangerang.
Ruas jalan tersebut sangat vital terutama saat musim mudik lebaran digunakan sebagai jalur alternatif antara Merak – Jakarta atau sebaliknya.
Hingga berita ini diturunkan, masyarakat masih menunggu respons dan tindakan nyata dari instansi terkait guna menghadirkan rasa aman dan nyaman bagi pengguna Jalan Raya Pantura di Kecamatan Kemiri.
MEVI AMIRULLAH

















































