SURABAYA | INTIP24 News – Sekertaris Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Prof Dr Abdul Mu’ti MEd meminta warga Muhammadiyah agar menghindari 3K, yaitu konflik, korupsi dan kerusakan.
Abdul Mu’ti yang juga adalah Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) pada Kabinet Presiden Prabowo Subianto menegaskan tiga prinsip itu menjadi kunci keberlangsungan Muhammadiyah.
“Hindari konflik, ojok tarung, ojok padu (jangan tarung, jangan bertengkar). Organisasi akan sulit maju apabila internalnya tidak rukun,” ujarnya saat pidato sambutan pada acara Milad Ke-113 Muhammadiyah di Aula Mas Mansur Kantor Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur, di Surabaya, Sabtu (30/11).
Mu’ti mengingatkan agar para pengurus dan pengelola lembaga pendidikan menjaga amanah, khususnya dalam urusan keuangan.
“Jangan sampai korupsi dana pendidikan, apalagi dana sekolah. Banyak orang mengambil kesempatan dalam kesempitan. Allah sudah mengingatkan bahwa suatu bangsa akan hancur jika korup,” tegasnya.
“Barang harga 250 ditambahi angka nol jadi 2.500. Kalau 250 juta ditambahi nol jadi 2,5 miliar. Don’t make any corruption on earth. Supaya tetap bertahan, kita harus kredibel,” katanya memberikan contoh hal yang harus dihindari.
Dia juga mengajak untuk menghindari kerusakan dengan menyeimbangkan dunia dan rohani.
Mu’ti menyebutkan manusia sering mengejar materi tanpa dibarengi penguatan rohani hingga melakukan kerusakan. Untuk itu warga Muhammadiyah diminta menyeimbangkan antara keduniaan dan rohani.
“Kadang mengejar materi tapi membuat kerusakan. Tidak diimbangi kekuatan spiritual,” ujarnya.
Dalam acara itu, Ketua Umum PP Muhammadiyah Prof Dr Haedar Nashir turut hadir secara daring, Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur Prof Dr dr Sukadiono MM, pengurus PWM Jatim dan Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) se-Jatim.


























































