SERANG|INTIP24News.com – Proyek pembongkaran (bobokan) jalan beton di ruas Jalan Raya Cikande–Rangkasbitung menuai keluhan dari masyarakat.
Pasalnya, pekerjaan perbaikan jalan tersebut memicu kemacetan panjang yang terjadi hampir setiap hari dan mengganggu aktivitas para pengguna jalan.
Pantauan di lokasi pada Selasa ( 28/07/2026 ) menunjukkan, pembongkaran beton pada sejumlah titik mengakibatkan sebagian badan jalan tidak dapat dilalui kendaraan.
Kondisi itu membuat arus lalu lintas dari arah Cikande menuju Rangkasbitung maupun sebaliknya harus diberlakukan sistem buka-tutup, sehingga antrean kendaraan mengular hingga beberapa kilometer, terutama pada jam-jam sibuk.
Kemacetan paling parah terjadi pada pagi hari saat masyarakat berangkat bekerja dan sore hari ketika para karyawan pabrik pulang. Minimnya petugas pengatur lalu lintas di titik-titik penyempitan jalan turut memperburuk kondisi, sehingga arus kendaraan roda dua maupun roda empat sering kali tersendat dalam waktu cukup lama.
Selain kemacetan, masyarakat juga mengeluhkan tumpukan material bekas bongkaran dan debu yang beterbangan di sepanjang lokasi pekerjaan.
Kondisi tersebut dinilai membahayakan keselamatan pengguna jalan, khususnya pengendara sepeda motor.
“Kami mendukung perbaikan jalan karena memang dibutuhkan. Namun, pengerjaannya harus lebih cepat dan pengaturan lalu lintas harus diperhatikan agar masyarakat tidak terus dirugikan akibat kemacetan setiap hari,” ujar salah seorang pengendara yang melintas.
Warga berharap pemerintah melalui dinas terkait dapat melakukan pengawasan lebih maksimal terhadap pelaksanaan proyek agar pekerjaan selesai sesuai target.
Kontraktor pelaksana juga diminta segera melakukan pengecoran kembali pada ruas jalan yang telah dibongkar sehingga penyempitan badan jalan tidak berlangsung terlalu lama.
Selain itu, masyarakat meminta adanya koordinasi antara kontraktor pelaksana dengan aparat kepolisian untuk menempatkan personel pengatur lalu lintas di titik-titik rawan kemacetan.
Langkah tersebut dinilai penting untuk mengurai kepadatan kendaraan sekaligus menjaga keselamatan pengguna jalan selama proses perbaikan berlangsung.
( Red- TLS )















































