Matahari Kembar Dalam Bayang-bayang Gerhana Matahari dan Rembulan I Jacob Ereste

Pada dasarnya tidak ada matahari kembar itu. Karena yang terjadi hanya sekedar gerhana bulan atau gerhana matahari. Sebab matahari itu tunggal, seperti hendak membuktikan simbolika dari Tuhan Yang Maha Tunggal, Esa, Maha Kuasa sekaligus Maha Pengasih dan Maha Penyayang.

Gerhana bulan itu juga mengingatkan ada saatnya terang dan ada juga saatnya gelap, meski dalam waktu yang singkat, namun cukup membuat manusia terperangah, menyadari bahwa tak selamanya hidup itu dalam suasana yang terang.

Esensi kosmis atau keseimbangan dalam peristiwa gerhana bulan itu dalam perspektif spiritual adalah simbol batin, perasaan yang lembut, intuisi serta energi feminim. Sedangkan matahari simbol logika, ego, energi maskulin. Dalam kondisi gerhana bulan atau gerhana matahari, logikanya karena bumi sedang berada tepat di titik tengah antara bulan dan matahari. Maka itu, ketika gerhana bulan terjadi, itu karena saat sinar bulan pada malam hari ditutupi oleh bumi. Begitu juga sebaliknya, ketika gerhana matahari terjadi, itu karena sinar matahari ditutupi oleh bulan.

Jadi istilah matahari kembar dalam politik itu cuma sekedar imajinasi yang pongah terhadap kecerdasan spiritual akibat logika (intelektual) keblinger dalam menautkan dimensi spiritual dengan intelektual yang abai tehadap nilai-nilai spiritual yang memang tidak mungkin dijangkau oleh akal yang paling jenius sekalipun, sebab spiritual merupakan bagian dari kuasa dan rahasia Tuhan.

Bacaan Lainnya

Pemahaman terhadap dogma politik terhadap matahari kembar sekedar ilusi, fiktif sekaligus piksi dari keterbatasan literasi narasi yang kering dari sentuhan kesusasteraan. Dan memang bahasa politik sangat dominan munafik terhadap kesusasteraan. Sebab bahasa politik memang riuh pamrih dan intrik untuk memenangkan pertarungan, bukan untuk menata irama harmoni kehidupan.

Artinya, sanepo tentang matahari kembar itu, keterbatasan dalam memahami gerhana matahari yang dibayangi oleh sebulan, atau gerhana bulan yang direcoki oleh nafsu bumi yang mengingatkan ada kuasa di atas kekuasaan yang acap dianggap paling kuasa atas kekuasaan yang ada di langit.

Pecenongan, 23 Juli 2026

Pos terkait