Tanya: 2. Menurut anda, bagaimana terkait dengan kehidupan politik di Banten saat ini?
Jawab:
Hemat saya…secara filosofis, pembangunan politik itu sejatinya harus memiliki visi pencerdasan bagi masyarakat, rakyat harus dicerdaskan secara politik, politik bukan untuk menguasai dan memperdayai rakyat. Politik sejatinya adalah jalan untuk mencapai kebaikan kekuasaan pemerintahan yang dengan kekuasaan itulah pemimpin pemerintahan dapat membangun rakyatnya untuk lebih berkemajuan, lebih terdidik, semakin cerdas, lebih melek pembangunan, lebih partisipatif, lebih sejahtera secara ekonomi, lebih sejahtera secara bathiniah. Jadi politik itu sejatinya jalan pengabdian bagi para pemimpin untuk membawa rakyat yang dipimpinnya lebih berkemajuan, lebih beradab, politik bukan jalan untuk menguasai dan membodohi rakyat. Walaupun terkadang dalam realitasnya (mudah-mudahan di Banten tidak terjadi), pemimpin politik itu alih-alih menjadi bandul pendulum bagi perubahan cara berpikir rakyat malah menjadi unsur yang harus dicerdaskan, karena dia tidak cukup faham apa sejatinya tugasnya sebagai pemimpin politik. Tugas para pemimpin politik lokal/daerah seharusnya membawa rakyat pada lapisan grassroot agar menjadi tercerahkan. Agar rakyat dapat berpartisipasi aktif dalam pembangunan yang bersandarkan pada prinsif demokrasi yang beradab dan tata kelola pembangunan yang akuntabel, jauh dari sifat korupsi yang merugikan pembangunan banten sendiri…. (Kalau di Banten sendiri bagaimana menurut Anda?), Ya…..saya kira kita harus secara jujur melihat (mudah-mudahan saya keliru) bahwa selama ini, terutama di 15 pertama periode kepemimpinan pemerintahan daerah, warga Banten masih diselimuti sikap euphoria. Tampaknya kualitas kehidupan politik lokal Banten juga masih belum beranjak dari budaya feodal, kolutif, nepotis yang menyuburkan budaya korupsi. Banten menjadi Provinsi seolah-olah menjadi arena pamer kekuatan dan kekuasaan dari para tokoh/pemimpin lokal. Mereka mempertontonkan perlombaan perebutan kekuasaan politik lokal secara “norak” tanpa rasa malu dihadapan rakyat yang terbodohkan secara politik. Padahal semestinya, jika kita sadar akan apa yang menjadi motivasi pendirian provinsi Banten, justru para pemimpin Banten hari ini harus meniatkan dalam hatinya, suatu niat ikhlas, niat suci untuk mengabdikan dirinya bagi kemajuan pembangunan Banten, niat untuk mendidikan masyarakatnya dengan sikap keteladanan yang luhur, yang baik, bukan untuk niat korupsi dan memperkaya diri atau kelompoknya. Ya….idealnya begitu!. Tapi apa yang terjadi, setidaknya menurut kesan subyektif saya (mudah-mudahan saya keliru), rakyat Banten selama sekian lama, ditipu oleh demokrasi prosedural, birokrasi diperalat untuk tujuan politik kekuasaan, para tokoh politik bersaing untuk memperoleh kekuasaan dengan tujuan untuk menguasai sumber daya (politik, uang, proyek dst) untuk kepentingan segelintir pihak. Akibatnya selama 15 tahun pertama Provinsi Banten berdiri, tidak beranjak signifikan, yang terjadi hanyalah euforia. Kondisi infrastruktur dasar seperti jalan tetap dalam kondisi rusak berat, layanan kesehatan buruk, pendidikan buruk, kemiskinan belum beranjak, kesejahteraan para pendidikan rendah, birokrasi koruptif dan lain sebagainya. Akhirnya tidak ada manfaat apapun yang diperoleh Banten sebagai sebuah wilayah kerja pembangunan, wajah Banten terkesan tetap buram dan tidak memberikan harapan. Setidaknya itulah kesannya. Dalam pengamatan saya, suatu daerah akan berkemajuan ketika memiliki kepemimpinan yang kuat visi politik pembangunannya, ikhlas, mencintai rakyatnya, terpanggil untuk memajukan daerahnya, tidak ada niat lain kecuali memimpin dan memajukan daerahnya dengan kekuasaan yang dimilikinya. Kata kuncinya pada faktor kepemimpinan yang niatnya ikhlas mengabdi, lurus, motivasinya kuat untuk memimpin kemajuan daerahnya. Kini saya kira rakyat Banten juga cukup cerdas untuk bisa melihat dan merasakan berbagai realitas yang terjadi di Banten dulu dan kini, alhamdulilah secara obyektif sekarang ini kemajuan itu mulai tumbuh dan dirasakan, ini patut kita syukuri.



















































