Refleksi HUT Banten ke 21, Beranjak dari Euforia dan Realita

Tanya: 4. Apa harapan dan pesan Anda kedepan?

Jawab:
Dalam perkembangan beberapa tahun terakir ini, saya kira kita masyaakat Banten, baik yang di Banten maupun yang dipangumbaraan, patut bersyukur alhamdulilah, Banten hari ini tampak jauh lebih baik, lebih berkemajuan, lebih dinamis pembangunnanya. Permasalahan infrastruktur jalan juga sudah jauh lebih baik, berbagai ruas jalan yang menghubungkan antar kabupaten semakin terkoneksi dengan baik, begitu pula konektifitas antar daerah di dalam kabupaten masing-masing semakin baik. Tinggal kedepan bagaimana ruas jalan yang menjadi tanggungjawab masing-masing kabupaten/kota dapat diselesaikan dengan baik pula. Ini perlu kordinasi yang baik. Dengan kebersamaan dan kesamaan cita-cita untuk memajukan Banten, saya kira hal itu dapat dilakukan dengan baik oleh pemerintah Provini Banten Bersama Kabupaten/Kota yang ada di Banten. Apa permasalahan pembangunan yang dihadapi, bicarakan bersama, urun rembuk, kompak. Orang bijak berkata, yakinkan dengan iman, usahakan dengan ilmu, amalkan dengan perbuatan, semua permasalahan pembangunan Banten yakin ada solusinya. Itu harapan saya!, sekali lagi, dengan catatan, asalkan para pemimpin pemerintahannya kompak secara bersama menjadi “sopir pembangunan” yang baik, jujur, ikhlas mengabdi untuk membawa kemajuan bagi rakyat Banten. Para bupati/walikota kompak bersama dan seirama dengan gubernurnya, bupati/walikota adalah mitra kerja gubernur dalam pembangunan Banten, bukan saingan politik, harus saling menghargai dan menghormati peran dan fungsinya masing-masing, sinergi, terbuka, saling mengisi. Kalau selama ini infrastruktur jalan menjadi akar masalah bagi akselerasi kemajuan Banten, segeralah fokus dan tuntaskan dengan baik. Tentu saja infrastruktur dasar lainnya seperti layanan pendidikan, kesehatan, kebudayaan, keagamaan, sektor lainnya seperti pertanian, peternakan, perikanan, perkebunan, wisata dan sektor lainya juga harus terus mendapat fokus perhatian. Intinya semua aspek harus semakin baik dan makin berkemajuan. Banten ini penyangga Jakarta, ibukota negara, segalanya ada, tinggal maunya. Para generasi mudanya juga harus semakin tertantang untuk turut memajukan Banten dengan jalan menyiapkan dirinya melalui pendidikan yang baik. Untuk membawa kemajuan banten, saya kira Banten akan tetap butuh pemimpin yang cerdas, ikhlas, berniat baik, berjiwa pengabdi, jauh dari niat memperkaya diri, melainkan untuk semata-mata memajukan Banten. Terakhir, saya mengajak, mari kita doakan para tokoh inisiator pembentukan Provinsi Banten baik yang masih ada bersama kita, semoga beliau-beliau diberikan karunia kesehatan, panjang dan berkah umur sehingga dapat menyaksikan dan merasakan kemajuan-kemajuan Banten. Bagi para tokoh yang sudah mendahului, beberapa yang saya kenal seperti (almarhum) Kang Irsyad Juwaeli, Kang Uwes Qorni, Kang Eky Syahrudin, juga Abah Tubagus Hasan Shohib dan yang lainnya yang sudah mendahului kita doakan semoga jasa-jasanya menjadi amal sholeh dan mereka mendapat tepat yang mulai di sisi Allah, kita juga pasti akan menyusul mereka, hanya soal waktu. Mulai hari ini, kita masyarakat Banten mari bergandeng tangan, kompak, jangan terus menengok ke belakang, jangan konflik terus, kalau seloroh Pak Gubernur WH masa kita ini masyarakat Banten sejak jamannya Sultan Haji sampai sekarang maunya konflik terus, kapan membangunnya!, ha…ha…!. Mari tatap Banten ke depan untuk menjadi lebih berkemajuan bagi semua.…Amiiin!.”

Ungkap Kang Iik bersemangat saat menutup obrolan. ( WS/ TLB )

Bacaan Lainnya

Pos terkait