Refleksi HUT Banten ke 21, Beranjak dari Euforia dan Realita

Tanya: 3. Anda adalah sosok orang Banten yang berasal dari Banten/Pandeglang selatan, yang kesehariannya tidak berada di Banten, bagaimana anda dapat melihat perkembangan Banten secara nyata hari ini?

Jawab:
Ya…., saya ini hanya rakyat biasa, bukan tokoh atau siapapun, tidak kenal dengan para pemimpin lokal Pandeglang ataupun Banten hari ini, siapa Bupati, siapa Gubernur saya tidak kenal dan tidak pernah ketemu, karena saya bukan siapa-siapa, kuper kata orang ha…ha….ha….!, wajar karena saya tinggal di Bandung, paling pulang kampung ke Pandeglang, Munjul, sekali-dua kali setahun pulkam. Ya…begitulah, tapi diera sekarang ini berbagai informasi tentang Banten, tentang Pandeglang, dan umumnya Banten, tentu saja dapat kita ketahui dari saudara, kawan lama di kampung, media masa, sosial media, dan berbagai sumber informasi lainnya, dengan begitu saya juga tetap mengikuti perkembangan di Banten. Saya juga tetap membina dan berkomunikasi dengan adik-adik mahasiswa asal Banten, asal Pandeglang, baik yang ada di Banten maupun di Bandung, Jakarta dan kota lainnya. Sebagai orang Banten saya dapat melihat dan merasakan perkembangan provinsi Banten hari ini saya kira semakin lebih baik dan mudah-mudahan semakin berkemajuan lagi di masa mendatang. Pembangunan di Banten nampak lebih semarak, lebih dinamis, lebih akseleratif dan semakin merata, semakin tumbuh kegairahan dan harapan untuk lebih berkemajuan. Misalnya saja, kalau Anda lihat berbagai ruas jalan di wilayah Banten Selatan terutama yang menghubungkan daerah Pandeglang-Lebak, arah Malingping, ruas jalan Pandeglang wilayah selatan seperti ke kampung saya Munjul ke daerah Cikeusik-Panimbang-Sumur-Cibaliung, Ujungkulon dan beberapa ruas jalan lainnya di Banten Selatan, itu yang saya tahu, saat saya pulang kampung, baru sekira 2017 atau 2018 bisa terkoneksi dengan baik, dengan kualitas jalan yang juga jauh lebih baik. Tentu ini sebuah prestasi yang harus diapresiasi. Ini mencerminkan keberhasilan kepemimpinan pemerintahan Banten beserta jajaran pemerintahan lainnya, eksekutif, legislative dan masyarakat Banten umumnya dalam mengakselerasi pembangunan. Sebelumnya, ya…..nyaris selama Provinsi Banten berdiri 15 tahun, tidak ada perubahan signifikan, ruas jalan hancur, pembangunan jalan dilakukan secara tidak sungguh-sungguh bahkan sepertinya hanya menjadi proyek korupsi oleh pengusaha dan elite politik lokal. Saya terkadang sebagai orang Banten Selatan hanya bisa mengurut dada, kenapa pemerintah Provinsi Banten ketika itu, untuk menyelesaikan pembangunan ruas jalan yang layak saja tidak dilakukan. Padahal bagi rakyat, seringkali ukuran keberhasilan pembangunan itu sederhana, ketika ruas jalan baik, mulus, sehingga menunjang transfortasi dan mobilitas antar daerah secara lebih mudah, murah, cepat. Itu fakta di masa lalu. Padahal bagi siapapun pemimpin politik, kalau dia sungguh-sungguh menunjukan hasil kerja pembangunannya, jalan mulus, gedung sekolah bagus, layanan kesehatan tersedia dengan baik dan menjangkau, pasar-pasar desa tersedia dengan semarak, rakyat akan dengan sendirinya merasa diperhatikan, dan itu sudah menjadi investasi kepercayaan rakyat, tidak usah “mengamplopi” rakyat pada periode berikutnya, rakyat akan tahu diri untuk memberikan kepercayaanya kembali untuk memimpin daerahnya, logikkanya begitu.





Pos terkait