INTIP24NEWS | LAHAT – Pembangunan DAM 1 (satu) Air Pangi (IPDMIP) yang diperuntukan sebagai penampungan agar mencukupi kebutuhan perairan sawah masyarakat di empat desa Kecamatan Kikim Selatan diduga dibangun asal-asalan oleh CV Resyha selaku pemenang tender proyek.
Terpantau Selasa (27/7) dilokasi pembangunan DAM 1 Air Pangi (IPDMIP) yang berada di desa Pandan Arang, Kecamatan Kikim Selatan, Kabupaten Lahat Sumatra Selatan. Ke empat kepala desa yaitu Iswandi Kades Nanjungan, Kasmin kades Tanjung Kurung, Fitra Kades Keban Agung dan Alpian kades Pandan Arang, yang masyarakatnya mengunakan DAM 1 Air Pangi, untuk mencukupi kebutuhan mengairi sawahnya.
Terlihat juga dalam pengecekan ke lokasi, empat kades didampingi BPD, LPM, LPA masing-masing desa dan Ketua P3KA.
Turut menghadiri, Kanit tipikor dari Polres Lahat beserta angota, Kapolsek Kikim selatan yang diwakili Kanit Babinkamtimas dan Kanit Reskrim beserta angota lainnya.
Saat dikonfirmasi jurnalis media ini, Iswandi Kades Nanjungan mewakili rekan-rekan menuturkan, “pengecekan Pembangunan Rehabilitasi DAM 1 Air Pangi hari ini Banyak sekali Kejanggalan yang ditemukan,” urainya.
seperti, pekerjaan tidak mengunakan Molen dan tidak ada kotak aduk yang biasa dipakai setiap kali ada bangunan.
Bukannya ngaduk pakai alat berat (excavator), serta pasir bercampur lupur dan kayu serta mengunakan alat-alat seadanya seperti centong melicin acian, sekraf meratakan adukan dan mengunakan alat yang terbuat dari kayu yang biasa dipakai masyarakat untuk menjemur padi dan kopi seperti itu (serok),” tuturnya.
Selain itu dikatakan Kades Nanjungan lebih jauh, “saat pengecekan bangunan tadi dilokasi ditemukan papan yang dilapis dengan Acian untuk menutupi aliran air yang melewati dibawah Bangunan seperti itu, saat dibuka mengucur deras airnya keluar,” jelasnya.
“Yang parahnya lagi, bangunan yang kemaren dan hari ini belum ada yang keras dan malahan bercampur lupur dan kayu diatasnya di Aci dengan semen.” ungkap Kades Nanjungan.
Saat ditanya mengenai ada pihak yang berwajib, iswandi menjelaskan selain menjaga supaya tidak terjadi hal yang tidak diinginkan dan mengetahui hasil pekerjaan DAM tersebut.
“Sebenarnya selama ini kami empat desa yang ada bukan mau mengerjakannya, tapi diapa pun yang mengerjakannya tolong dikerjakan lah dengan bagus dan kokoh terus ditambah kades nanjungan dalam bahas lahat”(kalu dide kereh ige lagi ape lagi dibangun dengan biaya yang besak, lom lame lah rusak lagi dan nak gotong royong mapak pule tiap kali nak betanam,” tutupnya.
Sementara pihak CV.Resyha saat mau dikonfirmasi sudah tidak ada lagi dilokasi bangunan melainkan sudah di Desa Pandan Arang dirumah Rindi jawab Hr salah satu pekerja, kemudian ditemui jurnalis media ini di Kediaman Rindi, Aslan juga tidak ada. hinga berita ini diturunkan pihak perusahaan belum bisa dikonfirmasi.


















































