Awalnya Murah, Kini Biaya Proyek Bengkak, Kereta Cepat Jakarta Bandung Nasih Dirundung Masalah – Bag I

JAKARTA – Dimulai saat awal proyek di 2015 diambil oleh China dari Jepang karena saat itu China dianggap mampu membangun proyek ini lebih murah dan mumpuni. Proyek kereta cepat Jakarta-Bandung penuh dengan drama silih berganti masih dirundung berbagai masalah. Awalnya China merinci dana sebesar US$ 5,13 miliar atau Rp 76 triliun pada proposal awal, tetapi perlahan berubah menjadi US$ 6,071 miliar lalu melonjak lagi jadi US$ 7,5

KCIC KA Cepat Jakarta-Bandung Minta Konsesi Naik jadi 80 Tahun, Luhut: Ndak Masalah!

JAKARTA – Luhut Binsar Pandjaitan, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi buka suara mengenai permintaan PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) perihal penambahan masa konsesi dari 50 tahun menjadi 80 tahun. Luhut mengatakan bahwa permintaan konsesi yang dilayangkan oleh pihak KCIC merupakan hal yang biasa saja dan tidak ada masalah. “Ndak ada masalah, kita belum final,” kata Luhut kepada awak media saat ditemui setelah sambutan di acara

Dirut KAI: Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung Balik Modal Setelah 38 Tahun

JAKARTA – Direktur Utama PT KAI Didiek Hartantyo memperkirakan proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB).baru balik modal setelah 38 tahun. Adapun kereta cepat ini akan beroperasi pada pertengahan Juni 2023. “Sesuai perhitungan Feasibility Study itu (balik modal) 38 tahun,” kata Didiek dalam rapat dengar pendapat (RDP) dengan Komisi VI DPR, Jakarta, Rabu (9/11/2022). Sementara itu, Direktur Utama PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) Dwiyana Slamet Riyadi

KC Jakarta-Bandung Hampir Rampung, Jokowi dan Xi Jinping Dijadwalkan Tinjau Uji Dinamis

JAKARTA – Kementerian BUMN mencatat progres pembangunan Kereta Cepat Jakarta-Bandung mencapai hampir 80% dengan progres investasi (investment progress) mencapai 90,60%. “Secara progres konstruksi kereta cepat mencapai hampir 80% dan untuk investment progress telah mencapai 90,60%,” ujar Wakil Menteri BUMN II Kartika Wirjoatmodjo, dikutip dari Antara, dalam Rapat Kerja bersama Komisi VI DPR RI seperti dipantau di Jakarta. Tiko mengatakan, untuk 10% terakhir terkait dengan investment