JAKARTA – Kementerian BUMN mencatat progres pembangunan Kereta Cepat Jakarta-Bandung mencapai hampir 80% dengan progres investasi (investment progress) mencapai 90,60%.
“Secara progres konstruksi kereta cepat mencapai hampir 80% dan untuk investment progress telah mencapai 90,60%,” ujar Wakil Menteri BUMN II Kartika Wirjoatmodjo, dikutip dari Antara, dalam Rapat Kerja bersama Komisi VI DPR RI seperti dipantau di Jakarta.
Tiko mengatakan, untuk 10% terakhir terkait dengan investment progress memang membutuhkan dukungan pembiayaan baru yang saat ini sedang diusahakan baik melalui permodalan maupun pinjaman dari China Development Bank (CDB).
Panjang proyek kereta cepat sudah mencapai 142,3 km, di mana secara fisik sudah terhubung utuh dari ujung ke ujung, dari Halim sampai dengan Tegalluar baik secara elevated, subgrade, maupun yang di terowongan.
Intinya seluruh bagian subgrade dan terowongan yang semula merupakan tantangan telah diselesaikan.
Seperti diberitakan, rencananya dalam rangkaian KTT G20 bulan depan, Presiden Jokowi akan meninjau kereta cepat Jakarta-Bandung dan melakukan uji dinamis sepanjang 15 km bersama Presiden China Xi Jinping.
Uji coba akan dilakukan secara virtual dari lokasi acara KTT-G20 di Bali. Artinya, kedua pemimpin negara itu batal hadir secara langsung untuk menjajal kereta cepat pertama di Asia Tenggara itu.
Sebelumnya, rombongan kedua kepala negara dijadwalkan melakukan perjalanan sepanjang 15 km dengan kecepatan sementara yang dibatasi 80 km/jam dari area Kopo, Kota Bandung, hingga Depo Tegalluar, Kabupaten Bandung.
Kereta cepat Jakarta-Bandung didesain berkecepatan 350 km/jam menempuh jarak 142 km guna menyingkat waktu tempuh kedua kota itu dari sedikitnya tiga jam menjadi sekira 40 menit. (Ref)




















































