INTIP24NEWS – Tentara Pembebasan Rakyat (PLA) China melaporkan telah menembakkan senjata jarak jauh ke Selat Taiwan pada hari Kamis (4/8).
Militer China telah melakukan latihan tembakan langsung jarak jauh dengan menggunakan senjata presisi untuk menyerang area tertentu di bagian timur jalur laut, kata Komando Armada Timur China.
Latihan terbesar Tentara Pembebasan Rakyat China di kawasan dekat Taiwan itu bagian dari manuver yang diluncurkan di zona-zona di sekitar negara pulau itu sebagai reaksi atas kunjungan Ketua DPR AS Nancy Pelosi minggu ini.
Militer mengatakan latihan tersebut “mencapai hasil yang diharapkan”, tetapi tidak memberikan rincian lebih lanjut.
Sebelumnya Beijing telah memperingatkan AS agar tidak melakukan perjalanan oleh pejabat AS ke Taiwan.
Media China melaporkan bahwa latihan tersebut termasuk peluncuran rudal supersonik DF-17, yang dilengkapi dengan hulu ledak dan menggambarkannya sebagai demonstrasi bahwa China dapat sepenuhnya mengurung Taiwan, jika diinginkan.
Beijing menganggap Taiwan sebagai bagian dari wilayahnya dan telah menyatakan reintegrasi damai sebagai tujuan strategisnya.
Pulau itu adalah benteng terakhir pasukan nasionalis selama perang saudara 1940-an di Cina, yang dimenangkan oleh Komunis.
AS secara resmi mengakui bahwa hanya ada satu negara China dan mengakui pemerintah di Beijing sebagai pemimpinnya.
Namun, Washington telah mempertahankan hubungan informal dengan Taipei bahkan setelah pemulihan hubungan dengan Beijing pada 1979. Pemerintah China menuduh AS mengikis status quo dengan tindakan seperti kunjungan Pelosi.
Sumber: RT
Editor: Hasan M
















































