“Kiita harus punya integritas, jati diri yang lebih penting, karena apa? Itu yang bisa kita tinggalkan kepada masyarakat Indonesia,” ujar Andika.
“Mas Ganjar, Pak Mahfud adalah orang yang bukan mengejar kemenangan, kita berusaha maksimal pasti, tapi lebih penting bagi kita menjadi orang yang terhormat, menjadi orang yang punya etika,” sambung mantan panglima TNI itu.
TPN Ganjar Pranowo-Mahfud MD optimistis menghadapi pemilihan presiden (Pilpres) 2024. Mereka yakin menang dalam satu putaran dengan target perolehan suara sebesar 54 persen.
“Kita mempunyai target tetap kita harus optimis menang 54 persen, menang,” ujar Ketua TPN Ganjar-Mahfud, Arsjad Rasjid dalam acara deklarasi Program Gotong Royong untuk Ekonomi Sejahtera dan Inklusif (PROGRESIF).
Ia mengimbau seluruh pendukung dan simpatisan Ganjar-Mahfud tak terpancing oleh hasil-hasil survei yang ada. Berkaca pada pemilihan gubernur Jawa Tengah yang dimenangkan oleh Ganjar selama dua periode kontestasi.
Sementara itu, Ketua TPN Ganjar-Mahfud, Arsjad Rasjid mengatakan bahwa kampanye Ganjar Pranowo-Mahfud MD ingin menyampaikan pesan pemerataan ekonomi dan kesejahteraan. Hal tersebutlah yang mendasari keduanya memulainya dari Sabang dan Merauke.
Dari daerah terluar Indonesia, Ganjar-Mahfud mencanangkan persatuan dan pemerataan ekonomi. Indonesia tidak boleh dikotak-kotakkan dan terus-menerus hidup dalam ketimpangan ekonomi.
“Sekarang adalah kesempatan bagi masyarakat, Mas Ganjar dan Prof. Mahfud untuk saling kenal bukan hanya pribadinya, nilai-nilai dan prinsip hidupnya, tetapi juga untuk mengetahui gagasan gagasan Ganjar-Mahfud yang kita yakini akan membawa Indonesia lebih baik terutama untuk ekonomi yang lebih baik,” ujar Arsjad, Rabu (29/11/2023).
Ada tiga prioritas utama dalam misi ekonomi pasangan nomor urut ketiga tersebut, yaitu stabilitas harga-harga barang yang terjangkau bagi masyarakat dan penciptaan lapangan pekerjaan. Terakhir adalah keseriusan untuk melakukan penegakkan hukum dan pemberantasan korupsi.
“Ekonomi tidak hanya bisa tumbuh, tapi harus tumbuh secara merata. Di situlah baru terjadi yang namanya kesejahteraan, kemakmuran, dan juga keadilan,” ujar Arsjad dikutip Republika.


























































