Voting Sanksi atas Rusia dalam Sidang Dewan HAM PBB, Indonesia Pilih Abstain

INTIP24NEWS – Sebanyak 58 negara, termasuk Indonesia, abstain dalam Voting Penangguhan Rusia pada sidang Dewan Hak Asasi Manusia, Kamis (7/4/2022).

Namun, suara itu tidak dihitung dalam penghitungan saat Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) membekukan keanggotaan Rusia. Keputusan itu diambil lewat resolusi yang diadopsi Majelis Umum PBB di hari yang sama.
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri RI (Kemenlu RI) Teuku Faizasyah mengatakan, “keputusan Indonesia untuk abstain lantaran menunggu hasil investigasi tim independen terkait dugaan pembantaian yang dilakukan Rusia di Bucha, Ukraina.”

“Idonesia abstain karena sependapat dengan prakarsa Sekjen PBB untuk membentuk tim investigasi independen (International Commission of Inquiry, oleh the Human Rights Council) atas kejadian Bucha. Intinya memberi kesempatan tim bekerja dan tidak memberi judgment awal,” ujar Faizasyah.

Mengutip laman resmi PBB, Jumat (8/4/2022), resolusi tersebut menerima mayoritas dua pertiga dari mereka yang memberikan suara, dikurangi abstain.

Bacaan Lainnya

Pada Majelis yang beranggotakan 193 negara itu, resolusi tersebut didukung 93 negara dan hanya 24 suara yang menentang. 

Sementara negara yang memilih abstain antara lain India, Brasil, Afrika Selatan, Meksiko, Mesir, Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Yordania, Qatar, Kuwait, Irak, Pakistan, Singapura, Thailand, Malaysia, Indonesia, dan Kamboja. 

Sejumlah pengamat politik internasional menilai keputusan Indonesia memilih abstain dalam resolusi Majelis Umum PBB soal penangguhan status Rusia di Dewan HAM adalah langkah pragmatis.

Pengamat menilai posisi abstain diambil Indonesia karena ingin menjaga hubungan baik dengan Rusia. Sisi lainnya, Indonesia berupaya bersikap netral menyusul posisi Jakarta yang tahun ini sedang menjabat sebagai tuan rumah G20.

Baru-baru ini, Indonesia terus ditekan oleh negara Barat untuk tak mengundang Rusia dalam rangkaian KTT G20. Amerika Serikat Cs juga mendesak Indonesia tak mengundang Presiden Rusia Vladimir Putin yang berencana hadir dalam pertemuan puncak G20 di Bali, Oktober mendatang.

Amerika bahkan mengancam tidak akan hadir dalam seluruh rangkaian G20 jika masih ada delegasi Rusia yang ikut serta.

Editor: Hasan M

Pos terkait