76 Tahun Peristiwa Bom Nagasaki Diperingati Warga Jepang

INTIP24NEWS | JAKARTA – Tepat hari ini 76 tahun yang lalu, Amerika Serikat menjatuhkan bom plutonium di Nagasaki pada 9Agustus 1945 dengan menggunakan pesawat pengebom B-29. Peristiwa itu terjadi tiga hari selepas AS menjatuhkan bom atom di Hiroshima pada 6 Agustus 1945.

Korban meninggal dalam peristiwa bom atom di Nagasaki mencapai 70 ribu orang. Sedangkan 140 ribu nyawa penduduk Hiroshima melayang akibat bom atom AS.

Hari ini, pemerintah Kota Nagasaki, Jepang, hari ini memperingati 76 tahun peristiwa serangan bom atom oleh Amerika Serikat pada Perang Dunia II.
Dalam pidato peringatan di Taman Perdamaian Nagasaki, Wali Kota Tomihisa Taue mendesak pemerintah Jepang menjadi pemimpin untuk membuat kebijakan zona bebas senjata nuklir di kawasan timur laut Asia, daripada terus berlindung di bawah Amerika Serikat.

“Kami berharap dibangun zona bebas senjata nuklir di timur laut Asia yang bisa membuat payung daerah bebas nuklir daripada berada di bawah ‘payung nuklir’ dan mengambil langkah untuk menghapus senjata nuklir dari dunia,” kata Taue seperti dilansir Associated Press, Senin (9/8).

Bacaan Lainnya

Taue juga menyinggung soal Amerika Serikat dan Rusia, dua negara yang mempunyai hulu ledak nuklir terbesar di dunia, untuk melucuti persenjataan nuklir mereka.

Selain itu, Taue meminta pemerintah Jepang segera meneken Traktat Larangan Senjata Nuklir 2017 yang mulai berlaku pada Januari lalu.

Di samping itu, Taue meminta pemerintah Jepang mempercepat pemberian bantuan medis dan kesejahteraan bagi penyintas bom atom 1945 di Hiroshima dan Nagasaki, atau disebut hibakusha, yang saat ini usianya rata-rata sudah mencapai 83 tahun.

Jepang sampai saat ini memang tidak mempunyai atau turut membantu pembuatan senjata nuklir. Namun, sebagai sekutu, mereka menampung 50 ribu pasukan AS di pangkalan di Prefektur Okinawa.

Traktat itu juga membuat Jepang dalam posisi sulit karena mereka juga tengah meningkatkan kerja sama pertahanan dengan negara-negara pemilik senjata nuklir, yakni Prancis dan Inggris, dari ancaman Korea Utara dan China.

Seperti djberitakan, Perdana Menteri Jepang, Yoshihide Suga, mengatakan situasi keamanan di dunia saat ini masih berbahaya dan seluruh negara juga terbelah menyikapi soal senjata nuklir. Dia mengusulkan perdebatan itu diselesaikan dengan dialog dan diskusi atas dasar rasa saling menguntungkan.





Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *