Anies Soroti Kampanye Joget-joget: Emang Kita Mau Milih Penari?

“Jadi kita ingin meningkatkan kualitas demokrasi di Indonesia, kita ingin meningkatkan kualitas pemilu di Indonesia, kita ingin meningkatkan kualitas kampanye. Jadi ketika kita bilang perubahan tidak dimulai ketika memerintah, dimulai saat berkampanye,” sambung dia.

Kampanye, lanjut Anies adalah soal penyampaian gagasan untuk kemajuan bangsa. Pemimpin, kata Anies tak sekedar dipilih dari tampilan baliho yang dipajang di ruang publik.

“Kalau sekedar untuk dipajang fotonya pilih saja baliho yang paling keren. Betul tidak? tapi kita mau pilih orang yang mau ambil keputusan atas nama rakyat, atas nama negara pertanyaannya kita mau mengambil keputusan pakai apa memilihnya,” kata dia.

Maka, Anies memandang menyerap aspirasi masyarakat lewat dialog dan diskusi amat penting. Dengan begitu, kata dia masyarakat juga diberikan pertimbangan untuk memutuskan siapa calon pemimpin yang dipilih usai saling bertukar pikiran.

Bacaan Lainnya

“Nanti pada saat menjawab sambil mendengarkan bapak ibu bisa merasakan, saya setuju 100 persen atau 90 persen atau 80 persen atau 30 persen atau saya tidak setuju. Tapi yang pasti calon nomor satu ini memberikan kesempatan bapak ibu untuk nakar berapa persen ada yang tidak ngasih kesempatan, kalau tidak kasih kesempatan dari mana kita tahu?,” ucapnya.

Anies menuturkan, kampanye lewat diskusi menjadi caranya menghormati pemilih. Pemilih dibiarkan mengetahui apa yang menjadi gagasan dan pemikirannya untuk Indonesia.

Calon Presiden (Capres) nomor urut satu Anies Baswedan menghadiri perayaan imlek bersama Komunitas Masyarakat Indonesia Tionghoa (KOMIT) di kawasan Glodok Chinatown, Jakarta Barat.

Anies ditemani sang istri Fery Farhati, Co-Captain Timnas Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar (AMIN), Thomas Tri Kasih Lembong atau Tom Lembong dan Leontinus Alpha Edison.

Pos terkait