INTIP24NEWS – China percaya NATO seharusnya dibubarkan setelah Uni Soviet tidak ada lagi sejak tahun 1991. Sebagai produk Perang Dingin, NATO seharusnya menjadi sejarah ketika Uni Soviet bubar. Demikian Kementerian Luar Negeri China menjelaskan pada hari Jumat.
Juru bicara Zhao Lijian menyesalkan fakta bahwa alih-alih blok militer pimpinan AS memperluas dan memojokkan Rusia, justru akhirnya memicu pertumpahan darah saat ini di Ukraina.
“Sebagai produk Perang Dingin, NATO seharusnya menjadi sejarah ketika Uni Soviet bubar,” katanya dalam konferensi pers harian pada hari Jumat, ketika ditanya tentang pernyataan tentang peran NATO sebagai alat geopolitik AS yang dibuat oleh mitra Rusia-nya, Maria Zakharova.
Zhao mengatakan bahwa NATO berkembang ke arah timur di Eropa selama beberapa dekade, melanggar janji yang dibuatnya.
Hal ini mendorong Rusia untuk mengambil langkah-langkah sehingga pada akhirnya, NATO adalah “penggagas dan promotor terbesar krisis Ukraina” atas nama AS, katanya, seraya menambahkan bahwa organisasi tersebut harus merefleksikan apa sebenarnya kontribusinya terhadap keamanan Eropa.
Rusia beralasan, ancaman yang ditimbulkan oleh ekspansi NATO yang merayap ke Ukraina sebagai alasan utama mengapa ia menyerang negara itu pada akhir Februari.
Beijing setuju dengan pembenaran Rusia, bahkan ketika menyinggung penggunaan kekuatan militer sebagai metode untuk menyelesaikan situasi.
China telah berulang kali menuduh negara-negara Barat meningkatkan ketegangan dengan Rusia, dengan mengatakan penolakan mereka untuk mengatasi masalah keamanan Moskow yang sah adalah penyebab krisis.
Ia telah menolak untuk bergabung dengan sanksi terhadap Rusia, dengan menyebutnya ilegal dan tidak mampu menyelesaikan masalah.
AS dan sekutunya menuduh China berada di “sisi sejarah yang salah” di Ukraina, mengancam Beijing dengan hukuman jika mendukung kampanye militer Rusia.
Moskow menyerang negara tetangga itu menyusul kegagalan Ukraina untuk mengimplementasikan ketentuan-ketentuan perjanjian Minsk yang ditandatangani pada 2014, dan akhirnya pengakuan Rusia atas republik Donbass di Donetsk dan Lugansk.
Protokol Minsk yang ditengahi Jerman dan Prancis dirancang untuk mengatur status wilayah di dalam negara Ukraina.
Rusia kini menuntut agar Ukraina secara resmi menyatakan dirinya sebagai negara netral yang tidak akan pernah bergabung dengan blok militer NATO yang dipimpin AS.
Kiev menegaskan serangan Rusia benar-benar tidak beralasan dan membantah klaim bahwa pihaknya berencana untuk merebut kembali kedua republik dengan paksa.
Sumber: RT Rusia
Editor: Hasan M





















































