Jakarta, Intip24News.com – Jumlah korban jiwa akibat gempa kembar yang mengguncang Venezuela terus bertambah. Hingga Kamis (25/6/2026), sedikitnya 164 orang dilaporkan meninggal dunia dan lebih dari 970 orang mengalami luka-luka setelah dua gempa besar berkekuatan magnitudo 7,2 dan 7,5 mengguncang wilayah barat ibu kota Caracas.
Bencana yang disebut sebagai gempa terkuat di Venezuela dalam lebih dari satu abad ini menyebabkan kerusakan parah pada sejumlah bangunan, infrastruktur, serta fasilitas umum di berbagai wilayah terdampak, terutama di negara bagian La Guaira, yang berada di pesisir utara Caracas.
Di tengah kondisi yang masih mencekam, tim penyelamat bersama warga setempat terus melakukan pencarian korban yang diduga masih tertimbun reruntuhan bangunan.
Proses evakuasi berlangsung siang dan malam dengan menggunakan berbagai peralatan darurat untuk menyelamatkan korban yang masih hidup.
Presiden sementara Venezuela, Delcy Rodríguez, menyatakan bahwa La Guaira menjadi wilayah yang mengalami dampak paling serius akibat gempa tersebut.
“Korban jiwa terus bertambah seiring dengan berlangsungnya proses pencarian dan evakuasi. Prioritas utama pemerintah saat ini adalah menyelamatkan korban yang masih terjebak serta memastikan bantuan kemanusiaan segera tersalurkan,” ujar Rodriguez sebagaimana dikutip kantor berita AFP.
Salah satu wilayah yang mengalami kerusakan berat adalah kota pesisir Catia La Mar. Banyak bangunan runtuh dan jaringan listrik terputus, menyebabkan ribuan warga terpaksa menghabiskan malam di jalanan atau di lokasi pengungsian darurat.
Kesedihan mendalam dirasakan warga yang keluarganya masih terjebak di bawah reruntuhan. Larry Rojas (49), seorang warga Catia La Mar, mengaku tidak memiliki keberanian untuk memasuki bangunan yang ambruk tempat keluarganya berada.
“Kami tidak punya apa-apa, saat ini kami tidak punya apa-apa, bahkan kekuatan atau keberanian untuk masuk ke sana, bayangkan saja,” ujar Rojas kepada AFP.
Sejumlah negara sahabat telah menyatakan kesiapan untuk membantu penanganan bencana tersebut. Prancis, Spanyol, dan Amerika Serikat menawarkan pengiriman tim penyelamat, tenaga medis, serta bantuan kemanusiaan guna mempercepat proses evakuasi dan pemulihan pascabencana.
Menurut data seismologi, gempa berkekuatan magnitudo 7,5 yang terjadi pada Rabu (24/6/2026) tercatat sebagai gempa paling kuat yang mengguncang Venezuela sejak 29 Oktober 1900.
Saat itu, gempa bermagnitudo 7,7 terjadi di wilayah lepas pantai Venezuela dan menyebabkan kerusakan besar di sejumlah daerah. Hingga saat ini, otoritas Venezuela masih terus melakukan pendataan korban dan kerusakan.
Pemerintah juga mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap kemungkinan gempa susulan yang berpotensi terjadi dalam beberapa hari ke depan.
(Redaksi/AFP)



















































