China Tanggapi Serangan Drone ke Kremlin, Serukan Semua Pihak Menahan Diri

INTIP24NEWS.COM – China menyerukan de-eskalasi kepada semua pihak dan menahan diri agar ketegangan konflik Rusia Ukraina tidak meninggi setelah serangan pesawat tak berawak yang menargetkan Kremlin Rabu lalu.

Seperti diberitakan RTNews, Rusia menuduh serangan itu didalangi oleh Ukraina untuk membunuh Presiden Vladimir Putin.

“Posisi China dalam krisis Ukraina konsisten dan jelas. Semua pihak perlu menghindari mengambil tindakan yang dapat semakin memperburuk situasi,” kata juru bicara Kementerian Luar Negeri China Mao Ning pada hari Kamis dalam jumpa pers reguler sebagai tanggapan atas pertanyaan wartawan tentang serangan itu.

Juru bicara mengatakan Beijing akan “terus bekerja dengan komunitas internasional untuk memainkan peran konstruktif untuk penyelesaian politik krisis Ukraina.”

Bacaan Lainnya

Menurut Kremlin, dua UAV (drone) dilumpuhkan oleh pertahanan udara Rusia saat diluncurkan untuk menyerang kediaman resmi Putin di Moskow.

Pihak berwenang mengatakan presiden Rusia tidak berada di kompleks ketika serangan itu terjadi, dan tidak ada yang terluka.

Sementara itu, Presiden Ukraina Vladimir Zelensky membantah keterlibatan negaranya.

Namun demikian, Komite Investigasi Rusia telah membuka kasus kriminal dan melakukan penyelidikan adanya indikasi terorisme atas insiden tersebut.

China sebelumnya telah menawarkan peta jalan 12 poin untuk mengakhiri konflik Rusia- Ukraina yang dimulai pada bulan Februari 2022, dan telah menekankan bahwa konflik kedua negara bertetangga itu hanya dapat diselesaikan melalui negosiasi.

Rusia telah berulang kali mengatakan bahwa mereka terbuka untuk melanjutkan negosiasi dengan Ukraina tetapi hanya jika Kiev mempertimbangkan kepentingan Moskow.

Zelensky, sementara itu, mengatakan pekan lalu bahwa “tidak ada negosiasi dengan Presiden Putin saat ini.”

Sumber: RTNews





Pos terkait