Bekasi, intip24news.com – Pekerja Sosial Masyarakat (PSM) di tingkat desa/kelurahan menjalankan fungsi membantu pemerintah dalam penyelenggaraan kesejahteraan sosial warga desa.
Meskipun sebagai relawan, perannya nenjadi sangat penting dan dapat menentukan siapa-siapa yang layak mendapat dana sosial baik itu BLT maupun BLT Kesra dari pemerintah.
Di sini lah titik krusial nya di mana terbuka celah adanya praktik percaloan dalam proses pendaftaran dan inventarisasi warga penerima manfaatnya.
Sejumlah fakta di lapangan banyak ditemukan warga yang masuk kategori berhak menerima bansos justru terlewatkan. Hal itu disebabkan warga tak punya dana untuk pengurusannya.
Yang lebih miris dan ironi nya justru warga manula dengan mata pencarian meminta-minta tidak dapat sama sekali.
Salah satu contoh dari banyak desa adalah terjadi di Desa Sukaraya, Kecamatan Karang bahagia, Kabupaten Bekasi.
Sebut saja Mak Eka, warga kampung Sukamantri, Mak Amal yang sudah tua renta dan meminta minta sebagai pencariannya, luput dari perhatian PSM dan Pemdes Sukaraya.
“Kebanyakan yang gak dapat orang yang gak punya,” ujar seorang ibu bernama Karyati warga Kampung Sukamantri RT 02, RW 04.
.
“Banyak,” jelasnya singkat saat ditanya jumlah warga miskin yang tidak mendapatkan BLT, baik BLT reguler maupun BLT Kesra.
“Yang lain malah sudah pada dapat, mungkin karena pakai uang sogokan,” jelas Karyati. “Berobat juga susah sekrang mah, gak bisa lagi di Puskes desa juga,” imbuhnya.
Masih lanjut Karyari, “sudah ke Lotte, kata orang Lotte kalau mau cepat jadi urusnya ke desa temuin Bu Wawat..mana, sampai sekarang belom jadi juga,” tutur Karyati.
Saat ditanya sudah berapa lama prosesnya, Karyati menjawab, “sudah hampir enam bulan,’ tandasnya.
Sebagai mana diketahui bahwa BLT Kesra disalurkan oleh pemerintah pusat sejak awal November 2025 dengan nilai bantuan Rp 900.000,- per penerima manfaat.
Program ini menjadi salah satu bansos terbesar yang dikelola pemerintah karena menjangkau lebih dari 35 juta keluarga di seluruh Indonesia.
Ibu Karyati sudah berulang kali melapor dan menyerahkan data untuk diintarisis oleh PSM Desa Sukaraya berinisial W. Namun belum juga ada penyaluran yang ia terima. Begitu juga dengan pengurusan KIS (Kartu Indonesia Sehat) yang baru-baru ini diperbaharui.
“Sudah enam bulan lebih KIS belum selesai, padahal sudah menyerahkan data ke bu Wawat,” keluh Karyati kepada awak media intip24news.com.
Ketika dikonfirmasi oleh media ini, W hanya menjawab akan dicek dulu. Namun sejak Senin (17/11) hingga berita ini diterbitkan tidak ada tindak lanjut dari yang bersangkutan.
Mak Eka, Mak Amal dan Bu Karyati hanya sebagian kecil yang terabaikan. Masih banyak warga yang bernasib sana. Akankah hal ini dibiarkan? pertanyaan ini harus segera direspon oleh pihak-pihak terkait. (Hsn)























































