“Itu untuk menjamin soal itu tadi, imparsialitas dan independensi. Jadi itu yang saya sedang komunikasikan. Cuma itu nanti akan saya declare (deklarasi) resmi, kalau pas nanti katakanlah ada acara pisah sambut lah. Itu saya akan sampaikan,” imbuhnya.
Arsul mengaku tidak ingin terlibat konflik kepentingan. Ia menyebut akan mengungkap potensi konflik kepentingan jika yang berperkara di MK memiliki hubungan atau ikatan tertentu dengan dirinya.
“Jadi kalau, misalnya, ada yang berperkara di sini advokat-nya adik saya atau ipar saya, itu harus saya ungkapkan. Nanti yang memutuskan biar delapan (hakim konstitusi) yang lain,” ujarnya.
Adapun Laporan Harta Kekayaan Pejabat Negara (LHPN), Arsul terakhir melaporkan kekayaan pada 31 Desember 2022.
Dia tercatat memiliki total harta senilai Rp 31,22 miliar, setelah dikurangi utang Rp 2,72 miliar. Hampir 100% kekayaan Arsul dalam bentuk tanah dan bangunan.
Mengutip LHKPN 2022, tanah dan bagunan Arsul senilai Rp 30,81 miliar yang tersebar di DKI Jakarta, Jawa Barat, dan Jawa Tengah. Tanah dan bangunan miliknya yang paling berharga berada di Jakarta Pusat dengan nilai Rp 9,22 miliar. Selain itu, ada pula tanah dan bangunan seluas 220 meter persegi dan 300 meter persegi di Jakarta Barat senilai Rp 8 miliar.
Pada bagian alat transportasi dan mesin, Asrul melaporkan hanya memiliki mobil Honda Accord (2013) dan dan sepeda motor Honda (2013) dengan total nilai Rp 287 juta.
Selain itu, Arsul juga melaporkan harta bergerak lainnnya senilai Rp 124,25 juta, surat berharga Rp 56 juta, serta kas dan setara kas Rp 2,67 miliar.


























































