JAKARTA – Menteri BUMN Erick Thohir ingin mengikuti jejak sukses tiga negara Asia menggelar Piala Dunia. Qatar adalah negara Asia ketiga yang menjadi tuan rumah Piala Dunia.
Sebelumnya, Jepang dan Korea Selatan menjadi tuan rumah bersama pada 2002. Menurut Erick Thohir, dari segi anggaran, Indonesia tidak perlu khawatir.
Hal itu karena Indonesia diproyeksikan menjadi negara dengan ekonomi terbesar keempat dunia tahun 2045.
Namun, dua event dunia itu masih sebatas mimpi. Diwacanakan Menteri BUMN, Erick Thohir yang digadang-gadang jadi ketua umum PSSI.
Dua event yang sama-sama bergengsi; Olimpiade 2036 dan Piala Dunia 2042. Khusus Olimpiade, Presiden Jokowi berharap bisa digelar di kawasan IKN Nusantara.
Jika berhasil menjadi tuan rumah Olimpiade 2036, Indonesia diprediksi tak sulit menjadi tuan rumah Piala Dunia. Sebab, infrastruktur berupa stadion sudah siap.
“Bukan pemborosan, tapi dana ada. Kemarin Pak Jokowi mengajukan Ibu Kota Negara (IKN) bidding tuan rumah Olimpiade 2036. Indonesia akan mempunyai ibu kota baru, fasilitas yang makin bagus. Ekonomi masuk empat terbesar pada 2045. Jadi, uangnya ada sebenarnya asal jangan dikorupsi. Jadi, kalau Indonesia ikut bidding Piala Dunia 2040 (2042) bukan tidak mungkin,” ujar Erick.
Namun, sebelum mengajukan diri menjadi tuan rumah Piala Dunia, Erick ingin prestasi tim nasional selevel Jepang. Dalam kondisi saat ini, Indonesia belum layak tampil di event sebesar itu. “Kami juga tidak mau menjadi tuan rumah tapi kalah sampai 0-7 di pertandingan pertama,” tutur mantan presiden Inter Milan itu.
“Kami juga tidak mau menjadi tuan rumah tapi kalah sampai 0-7 di pertandingan pertama,” tutur mantan presiden Inter Milan itu. Setelah Qatar 2022, Piala Dunia FIFA 2026 akan berlangsung di tiga negara, yaitu Kanada, Meksiko, dan Amerika Serikat. (***)
Sumber: Herald















































