SERANG|INTIP24News.com– Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Serang kembali menggelar Pengajian Rutin Bulanan. Kali ini, kegiatan dipusatkan di Sekretariat Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Kecamatan Petir, Kabupaten Serang, pada Minggu (25/10/2026).
Acara ini dihadiri langsung oleh Ketua PDM Kabupaten Serang Mabrur AMS, Ketua Lembaga Dakwah Komunitas (LDK) Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Dr. H. Hanafi, M.Pd., M.A., serta fungsionaris PDM Kabupaten Serang Prof. Dr. Badrudin.
Turut hadir Anggota DPRD Kabupaten Serang Euis Herawati, S.Sos., perwakilan Muspika Kecamatan Petir, dan Kepala Desa Mekarbaru Abdul Hamid.
Dalam sambutannya, Ketua PDM Kabupaten Serang Mabrur AMS menyampaikan bahwa pengajian bulanan merupakan agenda rutin yang digilir di setiap Pimpinan Cabang (Kecamatan). Ia mengapresiasi antusiasme warga Muhammadiyah di Kecamatan Petir yang terus meningkat.
“Alhamdulillah, hari ini pengajian dilaksanakan di PCM Petir. Setidaknya ada kemajuan karena jumlah jemaah hari ini lebih banyak dibandingkan dengan pengajian sebelumnya yang pernah dilaksanakan di Petir ini,” ujar Mabrur.
Pada kesempatan tersebut, Mabrur juga memaparkan sejumlah agenda besar yang akan dihadapi oleh PDM Kabupaten Serang dalam waktu dekat, termasuk peringatan Milad Muhammadiyah dan agenda Muktamar.
“Pada November 2026 mendatang, kita akan memperingati Milad ke-115 Persyarikatan Muhammadiyah. Selanjutnya, pada November 2027, kita memiliki agenda besar nasional yaitu mengikuti Muktamar ke-49 Muhammadiyah yang akan digelar di Kota Medan, Sumatera Utara,” tambahnya.
Soroti Fenomena Korupsi di Indonesia
Selain konsolidasi organisasi, pengajian ini juga diisi dengan ceramah agama oleh Dr. H. Hanafi, M.Pd., M.A. Dalam tausiyahnya, ia menyoroti maraknya kasus korupsi yang masih menjadi persoalan besar di Indonesia.
Menurut Hanafi, masifnya tindakan korupsi di tanah air merupakan sebuah anomali. Sebab, Indonesia dikenal sebagai negara dengan penduduk mayoritas beragama Islam yang seharusnya menjunjung tinggi nilai-nilai kejujuran.
Ia kemudian membandingkannya dengan negara seperti China (Tiongkok) yang sekuler namun memiliki angka korupsi minim karena penegakan hukum yang tegas.
“Hal ini terjadi karena masih ada orang yang beragama tetapi tidak bertuhan, atau orang bertuhan tetapi tidak beragama. Artinya, beragama yang dilakukan selama ini baru sebatas formalitas saja,” tegas Hanafi.
Kegiatan pengajian rutin ini berjalan dengan khidmat dan diharapkan dapat terus mempererat tali silaturahmi serta meningkatkan kualitas spiritual warga Muhammadiyah di Kabupaten Serang.
( Red-TLS )












































