TANGERANG|INTIP24News.com – Gubernur Banten Andra Soni meminta para alumni Pondok Pesantren (Ponpes) Daar El-Qolam untuk meningkatkan partisipasi dan peran aktif dalam mendukung berbagai program pembangunan yang dijalankan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten. Menurut Andra Soni, alumni Daar El-Qolam memiliki potensi besar karena tersebar di berbagai daerah dan berkiprah di beragam bidang strategis, mulai dari legislatif, yudikatif, hingga eksekutif, baik di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota.
“Alumni Daar El-Qolam banyak yang terlibat langsung dalam proses pengambilan kebijakan. Perannya sangat besar dan strategis,” ujar Andra Soni saat membuka Musyawarah Besar (Mubes) Alumni Ponpes Daar El-Qolam di Gintung, Jayanti, Kabupaten Tangerang, Minggu 01/02/2026).
Ia mencontohkan sejumlah alumni yang dikenal aktif di dunia politik dan sosial.
“Misalnya Pak Muhlis dari PDIP, Abah Eko dari Demokrat, Pak Suparman dari Golkar, dan Pak Oong dari Gerindra. Mereka semua konsisten memperjuangkan isu-isu sosial dan kemasyarakatan,” katanya.
Andra Soni juga mengakui bahwa peran alumni Daar El-Qolam turut memengaruhi perjalanan pribadinya, terutama dalam hal kemampuan debat, teknik berpidato, hingga penyusunan strategi.
“Sebagai alumni yang terdidik, saya berharap alumni Daar El-Qolam mampu memberikan analisis terhadap isu-isu strategis untuk melahirkan kebijakan publik yang benar-benar sesuai dengan kebutuhan riil masyarakat,” tegasnya.
Selain itu, ia mendorong alumni agar terlibat langsung dalam pemberdayaan masyarakat, khususnya dalam pengembangan ekonomi dan peningkatan kesejahteraan warga.
“Alumni juga diharapkan aktif melakukan kegiatan pemberdayaan masyarakat guna mendorong kemandirian ekonomi dan kesejahteraan bersama,” lanjutnya.
Pada kesempatan tersebut, Andra Soni menegaskan komitmen Pemprov Banten dalam memperkuat sektor pendidikan dan keagamaan, terutama peningkatan kapasitas pondok pesantren.
“Untuk mengoptimalkan pengembangan pesantren, Pemprov Banten telah membentuk Biro Kesejahteraan Rakyat yang fokus memfasilitasi pondok pesantren di Provinsi Banten,” imbuhnya.
Sementara itu, Pengurus Ponpes Daar El-Qolam, Adrian Mafatihullah Karim, menegaskan bahwa alumni di mana pun berada harus senantiasa memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Apapun profesinya saat ini, alumni tetaplah santri. Santri yang diajarkan hidup bermasyarakat, bermanfaat bagi sesama, serta taat kepada orang tua dan kiai,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa bekal utama yang diberikan pesantren kepada santri adalah ilmu.
“Yang kami ajarkan kepada santri hanyalah ilmu, sebagai bekal untuk kehidupan dunia dan akhirat,” pungkasnya.( Red- RLS )


















































