Membaca Langkah Hizbullah dalam Konflik antara Israel dengan Palestina

INTIP24 – Konflik antara miliisi Palestina Hamas dan Israel sejauh ini terkonsentrasi di wilayah selatan dan Jalur Gaza, dari arah utara yang berbatasan dengan Lebanon kelompok militan Hizbullah dapat menimbulkan ancaman meluasnya konflik tersebut.

Hizbullah adalah organisasi milisi Muslim Syiah yang berbasis di Lebanon, yang terletak di perbatasan utara Israel. Mereka telah menjadi musuh bebuyutan Israel selama beberapa dekade dan kelompok tersebut sering terlibat konflik dengan Pasukan Pertahanan Israel (IDF).

Sejak pecahnya konflik terbaru antara Israel dan Hamas pada 7 Oktober lalu, Hizbullah hampir setiap hari saling bertukar serangan dengan IDF.

Militer Israel mengatakan tujuh tentara mereka dan satu warga sipil tewas di perbatasan utara pada hari Jumat. Lebih dari 50 pejuang Hizbullah dan 10 militan dengan kelompok sekutunya, serta lebih dari selusin warga sipil, termasuk seorang jurnalis Reuters, tewas di pihak Lebanon.

Bacaan Lainnya

Sebagai tanggapan, Israel telah melancarkan beberapa serangan yang ditujukan pada sasaran di Lebanon selatan, dan serangan pada hari Minggu (5/11) menewaskan empat warga sipil, menurut media Lebanon.

Beberapa pertempuran kecil antara pejuang Hizbullah dan militer Israel juga telah dilaporkan.

Ancaman Hizbullah telah menyebabkan Israel memerintahkan evakuasi terhadap 42 desa di dekat perbatasannya dengan Lebanon. Lebih dari 150.000 orang telah mengungsi ke wilayah yang lebih aman di negara tersebut.
Lebanon juga telah mengevakuasi warganya dari perbatasan selatannya.

Membuka front baru di wilayah utara negara itu dapat mengubah jalannya perang, mengingat kaliber militer Hizbullah jauh lebih unggul daripada Hamas.

Pemimpin Hizbullah Hassan Nasrallah pekan lalu menyatakan mereka “telah memasuki pertempuran pada 8 Oktober” dan mengklaim pasukannya sedang mengikat militer Israel.

Siapakah Hizbullah?

Hizbullah adalah kekuatan politik dan militan Islam yang berbasis di Lebanon. Mereka didirikan pada tahun 1982 setelah Perang Lebanon yang menyebabkan Israel menduduki sebagian besar wilayah selatan Lebanon.

Pos terkait