INTIP24 News – Donald Trump nyaris terbunuh dan menjadi sasaran penembakan saat melakukan kampamye di Butler, negara bagian Pennsylvania, Sabtu waktu setempat.
Mantan presiden Amerika Serikat itu dilarikan keluar panggung oleh staf keamanan, dengan bercak darah di telinga kanannya.
Beberapa ledakan keras terdengar saat Trump berpidato di kota Butler.
Trump terjatuh dan dengan cepat dilindungi oleh tim keamanannya.
Trump bangkit dari tanah beberapa saat kemudian dan mengangkat tangan terkepal ke udara.
Dia kemudian diantar ke iring-iringan mobilnya.
Trump kemudian mengatakan bahwa ada peluru yang menembus telinganya.
Dinas Rahasia berhasil membunuh Tersangka penembak.
Sementara itu, Presiden Joe Biden langsung beraksi dengan mengutuk peristiwa penembaksn Trump. Dia berdoa untuk saingan politiknya yang selamat dari upaya pembunuhan
“Saya bersyukur mendengar bahwa dia aman dan baik-baik saja.
Saya berdoa untuk dia dan keluarganya serta semua orang yang hadir dalam rapat umum tersebut, sambil menunggu informasi lebih lanjut,” kata Biden kepada wartawan beberapa jam setelah kejadian.
“Tidak ada tempat bagi kekerasan seperti ini di Amerika,” katanya dikutip RT News.
“Kami tidak bisa membiarkan hal ini terjadi,” kata Biden.
Presiden menambahkan bahwa dia berharap untuk segera berbicara dengan Trump.
Menurut Dinas Rahasia, agen-agennya menetralisir tersangka penembak.
Ditambahkannya, satu penonton tewas dan dua lainnya luka parah.
Sumber: RT News




















































