Bekasi, intip24news.com – Dalam rangka memperingati kelahiran Nabi Muhammad SAW, Yayasan Attaqwa Cabang Kebalen, melalui Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Al Huda mengelar kembali peringatan kelahiran sang penyeru ummat Acara dilaksanakan sejak pagi hingga selesai, Sabtu (04/10/2025).
Dalam wawancaranya, ketua panitia acara Aminuddin Ubaidillah, S.Pd.I menyampaikan,
“Momentum tahunan ini digelar panitia dengan tujuan memperkuat ukhuwah islamiah antar sesama, khususnya jamaah Masjid Jamie Al Huda dan umumnya seluruh masyarakat Kp.Kebalen, Kecamatan Babelan, Kabupaten Bekasi.
Panitia juga berharap agar seluruh masyarakat dapat meneladani sifat-sifat Akhlakul Karimah Rosulullah SAW dalam kehidupan sehari-hari.
Peringatan Maulid Nabi kali ini dihadiri penceramah kondang asal Bogor, Jawa Barat, Dr.KH Subkhi Al Bughury,
Ketua Umum Yayasan Attaqwa Dr. KH Irfan Mas’ud, LC.MA. penceramah sekaligus guru besar yayasan Attaqwa Dr. KH. Iman Fadlurahman,LC.MA.
Lurah Kebalen Andika Jurnalisanda,
Babinkamtibmas Babinsa
para tokoh agama serta tokoh masyarakat.
Dalam ceramahnya KH. Subkhy Al Bughury menyampaikan empat hal yang harus diingat dan menjadi pedoman dalam menjalankan kehidupan yaitu Istighfar, Sholawat, dzikir serta do’a..

“Empat hal tersebut selalu diingat dan dijalankan agar mendapatkan kemudahan dan perlindungan,” tutur KH. Subkhy Al Bughury dalam ceramahnya.
Sementara sebagai ketua umum yayasan Attaqwa, Dr.KH Irfan Mas’ud bersyukur dan memberikan apresiasi baik kepada masyarakat Kebalen dengan terus melaksanakan kegiatan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW. Hal ini tentu mengingatkan kembali apa yang pernah disampaikan oleh pendiri yayasan Attaqwa Almagfurlah almarhum KH Noer Ali
Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang digelar Yayasan Attaqwa Cabang Kebalen mendapat dukungan dari salah satu rumah sakit di Bekasi, RS Primaya hadir dalam kegiatan sosial untuk pemeriksaan kesehatan para jamaah yang hadir, RS Primaya juga menyediakan satu kendaraan (mobil ambulance) untuk membantu panitia acara apabila terjadi kejadian luar biasa.























































