JAKARTA | Intip24news.com- Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan memimpin apel kesiapsiagaan menghadapi musim hujan. Dalam apel tersebut, Anies bicara soal antisipasi menghadapi cuaca ekstrem.
Apel diikuti 1.408 personel gabungan dari jajaran Pemprov DKI, Kepolisian, hingga TNI yang digelar di Monumen Nasional, Jakarta Pusat, Rabu (13/10/2021).
Apel ini turut dihadiri jajaran Forkopimda, di antaranya Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria, Pangdam Jaya Mayjen TNI Mulyo Aji, dan Wakapolda Metro Jaya Brigjen Hendro Pandowo.
“Target operasi kita adalah, satu, tidak ada korban jiwa; kedua adalah target untuk bisa surut permukaan air genangan 6 jam sesudah hujan selesai atau 6 jam setelah permukaan air surut kembali ke posisi normal,” kata Anies usai memimpin apel kesiapsiagaan menghadapi musim penghujan di Monumen Nasional (Monas), Jakarta Pusat.
Anies menjelaskan daya tampung drainase di jalan utama Ibu Kota maksimal 100 milimeter per hari dan di kawasan perkampungan sebesar 50 milimeter per hari. Dia kemudian mengungkit fenomena banjir sewaktu tahun 2020 dan Februari 2021 yang curah hujannya melebihi daya tampung drainase di Jakarta.
Anies mengatakan bahwa dalam waktu 6 jam setelah hujan berhenti, seluruh genangan yang timbul harus sudah kering. Anies memerintahkan agar seluruh petugas mengerahkan semua pompa yang dimiliki oleh Pemprov DKI Jakarta ketika hujan telah berhenti agar genangan dapat segera kering dalam waktu 6 jam.
Terakhir, Anies berpesan jangan sampai musim hujan tahun ini menimbulkan kematian. Dia juga meminta aparat gabungan mewaspadai kematian akibat tersengat listrik dan memastikan seluruh warga selamat saat genangan datang.
( TLN )




















































