PM Jepang ke KTT NATO, Bawa Konflik Ukraina ke Asia Timur?

INTIP24 – Perdana Menteri Jepang Fumio Kishida akan bergabung dengan para pemimpin NATO di Lithuania pada Selasa, 11 Juli 2023 mendatang.

Kehadiran Jepang ini seolah mengingatkan aliansi yang berfokus pada Ukraina, untuk ikut memperhatikan aktivitas Cina dan Rusia di Asia Timur.

Kedua negara ini dipandang Jepang sebagai ancaman bagi keamanan global.

Bacaan Lainnya

Kunjungan kedua Kishida ke pertemuan Organisasi Pakta Pertahanan Atlantik Utara, bersama dengan para pemimpin Korea Selatan, Australia, dan Selandia Baru.

Langkah ini dilakukan ketika Jepang melipatgandakan pengeluaran pertahanan untuk menangkal kekuatan Cina dan Rusia di perairan dan langit di sekitar Jepang.

Kondisi saat ini, membuat Jepang merasa tidak bisa lagi hanya mengandalkan sekutu lamanya, AS, untuk mendukungnya. Kishida juga mendekati mitra keamanan baru melalui NATO.

“Jepang berbicara tentang prinsip-prinsip seperti integritas teritorial, tetapi pesan kepada Eropa adalah jangan lupakan Indo-Pasifik, sesulit apa pun situasi dengan Rusia,” ungkap Michito Tsuruoka, seorang pakar NATO di Keio University, dilansir Reuters, Jumat (7/7/2023).

Selama setahun terakhir, Kishida telah mendesak negara-negara yang berpikiran sama untuk tetap bersatu.

Jepang seolah ingin memperingatkan bahwa konflik seperti Ukraina, yang digambarkan Rusia sebagai operasi khusus, dapat meletus di Asia Timur, jika Cina mencoba untuk mengambil alih Taiwan yang memiliki pemerintahan sendiri.

Sementara, Cina juga telah mengkritik Jepang karena mentalitas Perang Dingin. Dalam penilaian keamanan nasional tahunan terbarunya, Jepang digambarkan dikelilingi oleh aktor-aktor bersenjata nuklir, termasuk Cina, Korea Utara dan Rusia, yang juga merupakan tetangga dari enam anggota NATO. Tokyo khawatir akan terseret ke dalam konflik atas Taiwan, yang hanya berjarak 100 km (62 mil).

Pada pertemuan di ibukota Lithuania, Vilnius, Jepang diharapkan akan diikutsertakan dalam Program Kemitraan yang Disesuaikan Secara Individual NATO. Program ini akan membuka jalan bagi kerja sama dalam hal keamanan dunia maya, ruang angkasa, dan berbagi informasi dengan Cina dan Rusia.





Pos terkait