JAKARTA | INTIP24 News – Insiden ledakan di SMAN 72 Jakarta mendapat perhatian dari presiden Prabowo Subianto. Presiden meminta agar penanganan terhadap korban ledakan menjadi prioritas utama.
Hal itu disampaikan melalui Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi di Istana Merdeka Jakarta, Jumat (7/11/2025).
“Ini merupakan keprihatinan kita kembali terjadi hal yang tidak kita inginkan. Yang kedua beliau tadi pertama bereaksi untuk prioritas ke korban penanganan korban,” kata Prasetyo dikutip media.
“Selain itu,” sambung Mensesneg, “Prabowo menyampaikan bahwa peristiwa tersebut menjadi peringatan untuk semakin waspada dan peduli terhadap lingkungan sekitar. Prasetyo mengingatkan semua pihak untuk memperhatikan hal-hal yang mencurigakan atau berpotensi menimbulkan kejahatan baik di lingkungan rumah maupun sekolah,”
“Beliau (Presiden) tadi menyampaikan bahwa ini menjadi peringatan untuk kita semua bahwa marilah kita sekali lagi saling waspada, saling peduli terhadap lingkungan, peduli terhadap sekitar kita,” imbuhnya.
“Jika ada hal-hal yang dirasa mencurigakan atau ada hal-hal yang mungkin berpotensi untuk hal-hal yang tidak baik untuk kita semakin peduli baik di lingkungan rumah maupun di lingkungan sekolah,” jelas Prasetyo.
Sementara itu, terkait terduga pelaku,
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menekankan pihaknya masih mendalami motif terduga pelaku, salah satunya dugaan bullying.
“Untuk motif memang saat ini sedang kita dalami berbagi macam informasi, tentunya akan kita kumpulkan supaya menjadi satu informasi yang bulat pada saat diinformasikan,” kata Listyo dalam konferensi pers di Istana Merdeka Jakarta, Jumat (7/11/2025).
Dia menjelaskan terduga pelaku saat ini masih menjalani operasi di rumah sakit. Polri juga sudah mengantongi identias terduga pelaku ledakan SMA 72 Jakarta Utara dan mendalami lingkungan tempat tinggalnya.
Listyo memastikan hingga kini belum ada korban meninggal akibat insiden ledakan di SMA 72. Total korban luka-luka mencapai 50 sampai 60 orang, dimana dua diantaranya menjalani operasi.
“Yang jelas sampai saat ini korban meninggal dunia belum ada, namun ada dua yang dilaksanakan operasi, dan sisanya dilaksanakan proses perawatan dan mudah-mudahan bisa berangsur-angsur kembali pulang,” tutur Listyo.
Dia menjelaskan, beberapa korban telah diizinkan pulang setelah mendapat perawatan medis. Hanya dua orang yang masih menjalani operasi di rumah sakit.
“Saat ini Alhamdulillah sudah dibuatkan posko, korbannya saat ini sudah bisa berangsur-angsur pulang dan ada dua orang saat ini sedang dilaksanakan operasi,” ucap dia.
“Ada dua dilaksanakan operasi, dan sisanya dilaksanakan proses perawatan dan mudah-mudahan bisa berangsur-angsur kembali pulang,” ucap dia.




















































