INTIP24NEWS.COM – Presiden Ukraina Vladimir Zelensky dengan tegas menolak referendum yang diadakan di wilayah Zaporozhye dan Kherson Ukraina yang dikuasai Moskow, serta di Republik Rakyat Lugansk (LPR) dan Donetsk (DPR), untuk bergabung dengan Rusia.
Berbicara selama pertemuan Dewan Keamanan PBB melalui tautan video pada hari Selasa, dia mendesak komunitas global untuk tidak mengakui hasil referendum tersebut. .
Zelensky juga menegaskan kembali ancamannya untuk menghentikan kontak apa pun dengan Rusia jika hasil referendum diterapkan.
“Pengakuan Rusia terhadap referendum semu ini seperti biasa, implementasi dari apa yang disebut ‘skenario Krimea’, sebagai upaya lain untuk mencaplok wilayah Ukraina, berarti bahwa kita tidak akan membicarakan apa pun dengan Presiden Rusia,” sebut Zalenski.
Zelensky menyatakan, mendesak setiap negara di dunia untuk mengirim pesan yang kuat terhadap tindakan Rusia.
Diketahui, referendum berlangsung di seluruh wilayah yang dikuasai Rusia di tenggara Ukraina dan republik Donbass selama lima hari terakhir.
Gagasan untuk bergabung dengan Rusia sangat didukung oleh penduduk setempat, menurut hasil resmi yang diumumkan Selasa malam.
Di Donetsk, sekitar 99,23% pemilih mendukung gagasan reunifikasi dengan Rusia, dengan Lugansk menunjukkan angka yang sedikit lebih rendah yaitu 98,42%.
Wilayah Zaporozhye sangat mendukung gagasan untuk berpisah dari Ukraina dan bergabung dengan Rusia, dengan sekitar 93% pemilih mendukungnya.
Beberapa 87% telah mendukung ide ini di Kherson Region juga.
Sumber: RT
Editor: Hasan M























































