SERANG – Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) 2023 jalur zonasi jenjang sekolah menengah atas negeri (SMAN) telah ditutup. Namun banyak sekali menyisakan problematika dan kekecewaan dari orang tua sjswa.
Di Banten termasuk Kota Tangerang, dari beberapa pengecakan yang dilakukan terdapat nama siswa bertempat tinggal tidak sesuak dengan alamat yang didaftarkan.
Penjabat Gubernur Banten Al Muktabar menemukan adanya dugaan manipulasi data kependudukan di Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) jenjang SMA pada jalur Zonasi.
Temuan itu setelah Al Muktabar mengecek langsung atau verifikasi faktual dengan mendatangi alamat pendaftar yang berada tak jauh dari SMAN 1 Kota Serang, Rabu (11/7/2023).
Seperti diberitakan, Al mendatangi satu persatu pendaftar yang jarak rumahnya berdasarkan kartu keluarga (KK) dekat dengan sekolah di RW 8 dan 9, Kelurahan Cimuncang, Kecamatan Serang, Kota Serang, Banten.
Al Muktabar yang didampingi Kepala SMAN 1 Kota Serang, M Najih, mendatangi rumah pendaftat pertama yang berjarak 57 meter dari sekolah.
Ternyata, berdasarkan hasil pengecekannya, diketahui bahwa pendaftar adalah keponakan pemilik rumah yang baru pindah dan masuk di dalam KK.
Pengecekan pun dilanjutkan dengan mengunjungi rumah pendaftar lainnya. Namun, pemilik rumah yang berada di belakang sekolah itu tidak ada di tempat.
Namun, saat berbincang dengan RT setempat bahwa dirinya tidak kenal atau mengetahui nama yang ditanyakan dan dicari oleh Al Muktabar.
Baca juga: Gubernur Kalbar Cerita Banyak Orangtua Numpang KK untuk Masukkan Anaknya ke Sekolah Favorit
Berdasarkan data, terdapat 10 orang pendaftar jalur formasi di salah satu SMAN favorit itu rumahnya berada dekat dengan sekolah. Jarak terdekat 46 meter hingga 135 meter.
“Jadi tadi kita berkunjung ke kawasan sekitar, tadi ada beberapa yang dicek dan mereka yang berhak untuk mendapatkan kesempatan bersekolah di SMAN 1 Kota Serang,” kata Al Muktabar.
“Tadi ada beberapa yang dikunjungi tapi tidak ada dirumah. Nanti pak kepala sekolah untuk mengecek kembali ke rumahnya,” sambung dia.
Sementara di Kota Tangerang jarak terdekat calon peserta didik yang diterima di SMAN 1 hanya 51 meter, padahal lokasi sekolah di sekitar tempat bisnis, hotel dan Polresta Metro Tangerang Kota.
Salah satu petugas yang menyapu jalan di sekitar SMAN 1 Kota Tangerang, mengakui tak ada rumah warga atau kontrakan di area sekitar salah satu sekolah favorit Kota Tangerang ini.
“Kalau di dekat SMA 1 Kota Tangerang tidak ada rumah warga atau kontrakan. Karena kalau di dekat sini hanya ada ruko tempat makan, bank, hotel, minimarket, kantor, atau Polres Metro Tangerang yang ada di seberang sekolah ini,” ujar Karni, Rabu (12/7/2023).
Karni menduga ada rumah warga di belakang sebuah minimarket yang ada di sebelah SMAN 1 Kota Tangerang. Namun, dirinya tidak yakin dan meminta Republika untuk kembali bertanya ke warga dekat area tersebut.


















































