MUARAENIM | INTIP24NEWS.COM – Pembangunan Puskesmas Empat Petulai Dangku, Kabupaten Muara enim saat ini sudah selesai dan informasi yang kami himpun akan segera difungsikan sebagai tempat pelayanan kesehatan masyarakat terkhususnya wilayah kecamatan Empat Petulai Dangku,
Namun saat kami cek tempat berdirinya Puskesmas tersebut, Sabtu siang (26/08/2023) sungguh sangat kecewa, prihatin dan miris, dugaan dari tahap pertama pembangunan hingga tahap kedua yang diduga menghabiskan duit APBD kabupaten muara enim hingga 7 milyar rupiah,
Dengan dana sebesar itu seperti kami sebutkan di atas, kecewa, prihatin dan miris, sangat tidak indah dan nyaman pandangan kasat mata, dugaan pembangunan Puskesmas tersebut terkesan asal jadi, tidak nampak kerapian dalam proses pembangunannya
Kami juga sempat meminta pendapat masyarakat kecamatan Empat Petulai Dangku, mereka juga prihatin dengan kondisi pembagunan puskesmas banyak menelan biaya APBD, mereka bertanya-tanya apa mungkin duit segitu hasil bangunannya seaburadul ini alias asal jadi,” ao nian dak wajar bangunan seperti ini banyak duit tapi dak layak hasilnyo seperti ini,” ucap warga EPD.
Kami berharap pemerintahan kabupaten muara enim melalui Bupati dan DPRD kabupaten muara enim untuk segera melakukan audit dan sidak di tinjau langsung kelayakan Puskesmas Empat Petulai Dangku yang diduga menghabiskan duit APBD kabupaten muara enim hingga 7 milyar.
Saat kami konfirmasi ke pihak pelaksana proyek pembangunan Puskesmas Empat Petulai Dangku melalui pesan WhatsApp, hingga saat berita ini naik tayang belum ada jawaban, sangahan dan komentar klarifikasi apapun, ada notifikasi panggilan ke WhatsApp kami namun sewaktu mau kami angkat diduga dimatikan,
Dan pesan WhatsApp messenger yang telah kami kirim Sabtu 23 Agustus 2023 hingga saat berita ini naik tayang di link website, Minggu (27/08-2023) belum ada hak jawab sangahan dari pelaksana proyek pembanguna Puskesmas Empat Petulai Dangku, termasuk pihak dinas kesehatan kabupaten muara enim yang kami hubungi melalui anggota DPRD kabupaten muara enim, mereka tidak menghubungi ke nomor kontak kami sebagai hak jawab sangahan supaya berita kami berimbang.
(Editor Dharmawan SE / Pers Nuramin Jafar)



















































