Melihat Gempa Kembar yang Memicu Kerusakan Besar di Venezuela

Caracas, Intip24News.com – Provinsi Yaracuy di Venezuela baru saja diguncang 2x gempa kuat dalam jeda waktu sekitar 39 detik. Berikut informasinya berdasarkan update dari USGS,

Gempa Pertama
Magnitude 7.2. Yaracuy, Venezuela. 24 Juni 2026 18:04:35 Lok: 10.38 U ; 68.52 B epicenter (24 km BaratDaya San Felipe, kedalaman 21 km).
USGS

Gempa Kedua
Magnitude 7.5. Yaracuy, Venezuela. 24 Juni 2026 18:05:11 Lok: 10.40 U ; 68.32 B epicenter (28 km BaratDaya San Felipe, kedalaman 10 km).
USGS

Kedua gempa ini dirasakan dengan skala extreme yaitu MMI IX (Gempa dirasakan luar biasa kuat, setara dengan kejadian gempa M7.5 di Palu pada 2018). Gempa ini berpusat diwilayah relatif padat penduduk dimana gempa berpusat di daratan dan dekat dengan Kota San Felipe dengan populasi sekitar 216.063 Jiwa dan Kota Morón dengan populasi sekitar 74.000 jiwa. Gempa ini menimbulkan kerusakan massif diwilayah tersebut, bahkan kerusakan terjadi hingga radius 177 km dari pusat gempa.

Bacaan Lainnya

Gempa ini juga dirasakan di ibukota Venezuela yaitu Caracas dan kota besar Valencia. Gempa menyebabkan banyak gedung tinggi ambruk hingga rata dengan tanah. Untuk informasi korban masih dilakukan pencarian oleh orotitas setempat.

Dua gempa ini dikenal sebagai doublet earthquake atau gempa yang terjadi diwaktu berdekatan dengan kekuatan yang relatif sama. Jadi ini tidak bisa dikatakan sebagai Foreshock-Mainshock melainkan dua gempa yang seharusnya keluar bersama namun terjeda beberapa detik.

Gempa ini berada pada jalur patahan tektonik aktif paling terkenal di Venezuela yaitu Patahan Boconó-San Sebastian-El Pilar sebuah patahan dengan mekanisme sesar geser mendatar sepanjang 500 km yang memanjang dari wilayah San Christobal hingga Puerto Cabello. Gempa yang terjadi pada 24 Juni 2026 ini berada pada segmen seismic gap dimana gempa besar terakhir terjadi tahun 1812 yaitu berkekuatan M7.4. jadi selama 214 tahun wilayah ini tidak pernah diguncang gempa diatas skala M7. Menurut USGS, Gempa ini disebabkan oleh bergeraknya patahan sepanjang 150 km dengan lebar 20 km secara serentak.

Gempa doublet semacam ini adalah hal langka, dimana frekuensi kejadiannya sangat rendah. Namun beberapa kejadian pernah terjadi di wilayah lain misalnya

-Gempa Turki tahun 2023 M7.8 dan M7.7 dengan jeda 11 jam dari gempa utama
-Gempa Mindanao tahun 2025 M7.4 dan M6.8 dengan jeda 10 jam dari gempa utama
-Gempa Samoa tahun 2009 M8.1 dan M7.8 dengan jeda 2 menit
-Gempa Sumatera Barat M6.4 dan M6.3 dengan jeda waktu 2 jam
-Gempa Koor, Papua Barat tahun 2009 M7.6 dan M7.4 dengan jeda waktu 3 jam

Gempa semacam ini juga bisa terjadi di Indonesia, mengingat Indonesia merupakan negara dengan tingkat kegempaan yang tinggi. Namun kesadaran masyarakat akan ilmu-ilmu dasar tentang gempa masih banyak disepelekan. Ini bisa dilihat dari beberapa komentar warga yang kadang menganggap remeh “ah gempa kecil ga usah di update”, “apaan tsunami 20 cm, kaya disiram air sama bocil kali”.

Mari jadikan kejadian gempa di Venezuela ini sebagai pengingat kita bahwa wilayah yang kita tempati sekarang juga bisa bernasib seperti di Venezuela. Ingatlah janji gempa yaitu “Jika dulu pernah terjadi gempa besar yang lama hilang, maka ingatlah aku akan kembali dengan kekuatan yang sama dimasa depan”

( Red-InfoGempaDunia )





Pos terkait