INTIP24NEWS.COM – Presiden Rusia Vladimir Putin untuk pertama kalinya mengomentari serangan atas bendungan Kakhovka di Wilayah Kherson. Dia menuduh Ukraina dan pendukung Baratnya memancing eskalasi konflik yang lebih berbahayq.
Tanggapan Putin dilontarkan saat berbicara kepada Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan melalui telepon pada hari Rabu, kepala negara Rusia itu menyebut serangan yang menghancurkan pembangkit listrik tenaga air Kakhovka di wilayah Kherson sebagai tindakan terorisme tak beradab.
Menurut Putin, hal ini telah menyebabkan
malapetaka ekologis dan kemanusiaan yang besar di hilir.
Presiden menambahkan bahwa Ukraina
melakukan kejahatan perang [dan] secara terbuka menggunakan metode teroris yang
dibantu dan didukung oleh kekuatan Barat, kata Putin.
Pada hari Selasa, perwakilan tetap Rusia untuk PBB, Vassily Nebenzia, menuduh rezim Kiev melakukan rencana teroris. Dia menambahkan, ada indikasi aksi sabotase itu sudah direncanakan jauh-jauh hari.
Menurut diplomat itu, Kiev mengambil langkah seranga atas bendungan pembankit tenaga air untuk membebaskan pasukannya dari serangan balasan di tempat lain. Membuat krisis air bagi penduduk Krimea yang telah mendukung Rusia.
Nebenzia menolak versi Ukraina dalam peristiwa itu, yang menuduh pasukan Rusia lah yang meledakkan bendungan, sebagai kampanye disinformasi terbaru.
Juga pada hari Selasa, juru bicara Kremlin Dmitry Peskov berpendapat bahwa bendungan telah dihancurkan sebagai tindakan sabotase yang disengaja oleh pihak Ukraina.
Pejabat itu mengklaim bahwa kepemimpinan di Kiev telah menargetkan pembangkit listrik sebagai pembalasan yang brutal.
Diketahui, bendungan Kakhovka jebol sebagian pada Selasa pagi, akibat sebuah serangan rudal dan menyebabkan banjir di beberapa kota dan desa di sepanjang Sungai Dnieper.




















































