Grobogan, intip24news.com – Ratusan buruh dari Federasi Serikat Buruh Seluruh Masyarakat (FSB-SEMAR)- Konfederasi Persatuan Buruh Indonesia (KPBI) melangsungkan rapat akbar dengan tema “Wujudkan Kemandirian Ekonomi Kelas Pekerja”.
Rapat tersebut berlangsung di Gedung Olahraga (GOR) Bung Karno, Jl. Diponegoro No. 6, Simpang Utara, Kecamatan Purwodadi, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah pada Minggu, 01-11-2026.
Acara tersebut diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan mars FSB-SEMAR, dilanjutkan dengan Penyuluhan Koperasi yang disampaikan oleh Dr. Hizkia Yosie Polimpung.
Dalam pemaparannya Dr. Yosie yang akrab disapa Bung Yosie menyampaikan koperasi rakyat merupakan bagian terpenting dalam pengorganisasian kekuatan ekonomi guna kesejahteraan anggota koperasi.
“Dengan koperasi kita bisa belanja di koperasi, dengan begitu kita bisa mempekerjakan orang-orang yang terkena PHK atau orang-orang yang sedang nganggur” ujar Yosie.
Lebih lanjut Yosie menyampaikan koperasi masyarakat jika ditata dengan baik maka dapat mengelola dari piring makan pekerja ke politik kelas Pekerja.
“Anggota dapat belanja terkoordinir di koperasi, uang makan 2000 orang dikelola bersama, usaha milik anggota dengan konsep koperasi mandiri, tidak bergantung pada pemodal hingga koperasi dapat mengambil sikap dalam momentum politik” imbuh Yosie di lokasi kegiatan, Minggu, (01-11-2026).
Selanjutnya Ilhamsyah selaku ketua Umum Konfederasi Persatuan Buruh Indonesia (KPBI) turut memberikan sambutan dalam rapat akbar. Dalam penyampaian, Ilhamsyah memberikan informasi tentang Undang-undang Pelindungan Ketenagakerjaan yang resmi disahkan oleh DPR RI dan Pemerintah pada 6 Oktober 2026.
“Di Undang-undang baru ada definisi baru yang sebelumnya mengatur tentang pengusaha dan pekerja sedangkan sekarang mengatur tentang pemberi kerja dan pekerja, definisinya tentu lebih luas,” tutur Ilhamsyah.

Menurut Ilhamsyah meski ada perubahan yang cukup baik dari UU sebelumnya, di UU pelindungan ketenagakerjaan ini belum mengatur sepenuhnya tentang disparitas upah.
“Kita masih melihat disparitas upah, kota ini upahnya lebih rendah dengan kota lain, atau Provinsi ini upahnya lebih tinggi, tidak hanya itu disparitas upah di tempat kerja cukup tingi, gaji karyawan tentu berbeda dengan manajemen, HRD dan lain-lain”. tegas Ilhamsyah.
Selain itu rapat akbar turut dihadiri oleh Wakil Bupati Grobogan H. Sugeng Prasetyo, Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Kabupaten Grobogan AKBP Endhie Pratama dan Letnan Kolonel Infanteri Wefri Sandiyanto Komandan Kodim (Dandim) 0717 Grobogan.













































