Akses Warga Lippo Village Ditutup, Konflik IPKL Memanas

TANGERANG –intip24news Ketegangan antara warga dan pengelola kawasan Lippo Village, Kabupaten Tangerang, memanas. Pasca Aksi Damai pada Rabu (28/10/2026), sejumlah warga mengaku akses masuk ke cluster tempat tinggal mereka dipersulit dan dinonaktifkan.

Penutupan akses dilaporkan terjadi sejak Jumat (30/10/2026) di Cluster Cendana Icon dan beberapa cluster lain di kawasan Lippo Utara. Warga yang terdampak adalah mereka yang menolak membayar Iuran Pemeliharaan dan Pengelolaan Lingkungan (IPKL).

“Kartu akses saya dimatikan sepihak. Saya sudah bayar Rp300 ribu untuk kartu itu. Dulu sistem buka tutup gerbang manual, sekarang diganti jadi boom gate tanpa persetujuan warga. Harusnya kartu pertama itu gratis untuk warga,” ujar Tati, warga Cluster Icon, kepada wartawan, Minggu (1/11/2026).

Menurut Tati, kondisi serupa dialami warga Cluster Clover dan Icon lainnya. Ia mengaku pemutusan akses terjadi setelah dirinya menolak tawaran penyelesaian dari pihak pengelola.

Bacaan Lainnya

Security Akui Dapat Instruksi TMD

Pantauan di lapangan, sejumlah warga mendatangi pos keamanan dan meminta gerbang dibuka. Permintaan tersebut ditolak petugas, hingga memicu adu mulut.

Komandan Pleton (Danton) security yang bertugas, Basuki, yang merupakan personel outsourcing dari PT Cakra Mandiri Perkasa, mengakui penutupan tersebut atas instruksi pengelola.

“Kami dapat instruksi dari TMD,” ujar Basuki saat menjawab pertanyaan warga, yang terekam video warga.

Namun, ketika dikonfirmasi terpisah oleh awak media terkait penutupan tersebut, Basuki enggan memberikan keterangan lebih lanjut.

Terpisah, perwakilan Paguyuban Warga Lippo Village Karawaci (LVK), Albert, menjelaskan konflik bermula dari janji penerbitan Akta Jual Beli (AJB) yang tak kunjung direalisasikan pengembang setelah tiga tahun. Saat ini Warga hanya pegang Penegasan dan Persetujuan Pemesanan Unit (P3U).

“Karena pengembang wanprestasi soal AJB, warga sepakat menunda pembayaran IPKL,” kata Albert.

Albert menegaskan, pihaknya akan menempuh jalur hukum dan mempertanyakan legal standing pengelola dalam menutup akses.

“Ini rumah kami, sudah kami beli. Pengelola tidak punya hak menahan akses warga,” tegasnya.

Hingga berita ini diturunkan, pihak PT Tata Mandiri Daerah (TMD) maupun pengembang Lippo Village belum memberikan keterangan resmi. Redaksi masih berupaya menghubungi pihak terkait untuk konfirmasi berimbang.

img Akses Warga Lippo Village Ditutup, Konflik IPKL Memanas

Pos terkait