JAKARTA – Malaysia tidak memasukkan nama Timnas Indonesia sebagai peserta turnamen Piala Merdeka 2023. Ketua Komite Kompetisi FAM, Mohd Firdaus Mohamed, menilai Indonesia tak diundang karena tidak berada pada level sepak bola Asia.
Piala Merdeka 2023 kembali bergulir setelah 10 tahun terakhir tak diselenggarakan. Turnamen ini digelar untuk merayakan Hari Kemerdekaan Malaysia.
Pada edisi kali ini, FAM mengundang Suriah atau Palestina, Vietnam, dan Thailand. Timnas Indonesia yang biasanya selalu diundang kini tak masuk dalam standar yang diinginkan.
FAM punya standar khusus yakni tim yang bermain di Piala Merdeka harus punya ranking FIFA lebih baik dari Malaysia. Saat ini, Malaysia berada di posisi ke-145 dan Timnas Indonesia ada di urutan 151.
Alasan FAM cukup masuk akal tidak mengundang Timnas Indonesia. Lawan-lawan yang diundang tampil di Piala Merdeka memang punya ranking lebih tinggi dari Malaysia yakni Suriah (90), Palestina (93), Vietnam (96), dan Thailand (111).
“Saya secara pribadi melihat dua tim ASEAN yaitu Vietnam dan Thailand sebenarnya memiliki kualitas dan permainan standar di level Piala Asia,” kata Mohd Firdaus Mohamed seperti dikutip Harian Metro.
“Jika kita melihat di Piala AFF baru-baru ini, penampilan kedua tim memang standar Piala Asia dan kita bisa undang mereka ke Piala Merdeka karena kami ingin kompetisi itu jadi ajang persiapan Piala Asia juga,” tegas Firdaus Mohamed.
Piala Merdeka pertama kali digelar pada edisi 1957. Timnas Indonesia pada edisi-edisi sebelumnya memang sering diundang pada turnamen persahabatan tersebut.
Timnas Indonesia tercatat tiga kali menjadi juara dan empat kali menjadi runner-up pada Piala Merdeka. Gelar itu terakhir diraih pada 1969.
Adapun Malaysia sebagai tuan rumah tercatat menjadi tim paling sukses di Piala Merdeka. Malaysia sudah meraih 10 gelar, diikuti Korea Selatan dengan tujuh gelar, dan Myanmar dengan empat gelar.
Disadur dari Bola.com




















































