Hal ini semakin meyakinkan masyarakat Israel secara luas bahwa seluruh Palestina adalah milik orang-orang Yahudi, dan bahwa segala bentuk perlawanan yang dilakukan oleh penduduk asli, baik secara damai, sipil, atau kekerasan, merupakan tindakan teror dan ancaman terhadap keberadaan mereka.
Beberapa kritikus Israel telah menulis buku dan novel yang meramalkan hilangnya Israel karena meningkatnya perpecahan sosial, etnis dan ideologi internal, serta ideologi dan kebijakan ekspansionis rasis dan kolonialnya.
Perselisihan internal, yang sempat terhenti karena perang, pasti akan kembali terjadi.
Oleh karena itu, dugaan ancaman dari Palestina adalah salah. Rakyat Palestina dan gerakan pembebasan nasionalnya, apapun ideologinya – sekuler atau Islam – tidak pernah menganggap orang Yahudi atau Yudaisme sebagai musuh, dan tidak pernah berperang dengan orang Yahudi sebelum penjajahan Palestina.
Perjuangan yang menyakitkan dan sulit demi pembebasan telah dibebankan pada rakyat Palestina, yang terpaksa merebut kembali tanah air mereka yang dirampas.
Ini adalah perjuangan untuk keadilan, kesetaraan, perdamaian dan pembangunan berkelanjutan.
Bukan orang-orang Palestina yang menciptakan antisemitisme, dan mereka juga tidak bertanggung jawab atas Holocaust Nazi.
Ini adalah kejahatan yang dilakukan oleh orang-orang Eropa dan Barat.
Apa yang jadi ancaman nyata bukanlah bangsa Yahudi, namun rezim kolonial apartheid.
Rezim Israel telah menggali kuburnya sendiri selama bertahun-tahun, melalui penindasan, pengambilalihan tanah, pembangunan permukiman, penahanan massal, pembunuhan massal dan pengingkaran hak penduduk asli untuk menentukan nasib sendiri.
Kini, dengan serangan besar-besaran Israel yang terbaru, perang genosida kedua, yang setara dengan perang pertama, yang dikenal sebagai Nakba tahun 1948, rezim represif dan genosida ini akan semakin terisolasi, dibenci, bahkan oleh masyarakat di dunia, termasuk penduduk di banyak negara yang pemerintahannya menyokong genocida Israel.
Pemberantasan gerakan Hamas dari Gaza, yang menurut banyak ahli dan politisi merupakan tujuan yang tidak realistis, tidak akan memadamkan perjuangan Palestina, dan tidak akan mengakhiri perlawanan.
Sejarah perjuangan Palestina mengajarkan kita bahwa, selama ketidakadilan yang parah terus berlanjut, generasi demi generasi rakyat Palestina akan bangkit dan memperjuangkan hak-hak dan kehidupan mereka melawan penghapusan seluruh bangsa.
Oleh: Awad Abdelfattah
Sumber: Middle East Eye
Editor: Hasan M




















































