INTIP24NEWS – Taiwan mulai melancarkan serangan atas drone milik China yang terbang di atas Pulau Erdan. Sebuah wilayah Taiwan di kepulauan Kinmens pada Selasa pukul 16.00 waktu setempat.
Komando Angkatan Darat Taiwan mengatakan pada hari Selasa bahwa tentaranya menembakkan tembakan peringatan langsung ke kumpulan drone di atas pulau Erdan, pesawat itu lalu kembali ke China.
Dengan ketegangan yang kian tinggi di Selat Taiwan, Taipei telah mengambil sikap yang lebih keras terhadap penerbangan drone-drone China akhir-akhir ini.
“Sekumpulan drone memasuki wilayah udara di atas Erdan, memajsa tentara untuk menembakkan tembakan defensif dan mengusir mereka,” kata Komando Angkatan Darat dalam sebuah pernyataan.
“Setelah ditembaki, pesawat tak berawak itu kembali menuju kota Xiamen di China,” lanjut pernyataan itu.
Media lokal mencatat bahwa militer Taiwan tidak pernah melaporkan penggunaan peluru tajam terhadap drone China sebelumnya, tetapi insiden hari Selasa terjadi dua hari setelah Kementerian Pertahanan Nasional Taiwan mengumumkan bahwa mereka akan mengikuti prosedur empat langkah baru ketika berhadapan dengan kendaraan udara tak berawak China.
“Prosedur ini melibatkan menembak suar sinyal, melaporkan intrusi, mengusir drone, dan menembak jatuh,” menurut kementerian.
Sebelumnya Taiwan menembakkan suar ke sebuah pesawat tak berawak China di atas Kinmens awal bulan ini, dan menuduh bahwa pesawat itu telah dikirim untuk menyelidiki pertahanan militer di pulau-pulau itu.
Diketahui kepulauan Kinmens terletak dekat dengan daratan Cina, Kinmens dijaga ketat, dan memainkan peran utama selama konflik sebelumnya antara pemerintah komunis China dan pasukan nasionalis yang dipimpin oleh Chiang Kai-shek pada 1950-an.
Ketegangan antara China dan Taiwan semakin tinggi menyusul kunjungan Ketua DPR AS Nancy Pelosi.
Perjalanan itu, yang dianggap Beijing sebagai dukungan diam-diam atas kemerdekaan Taiwan oleh Washington, mendorong China untuk mengadakan latihan militer skala besar di Selat Taiwan.
Kapal perang AS menanggapi dengan berlayar melalui jalur air, sementara Taiwan mengadakan latihan militernya sendiri.
China menyatakan bahwa ia memegang kedaulatan atas Taiwan, posisi yang telah diakui AS, tetapi tidak didukung, sejak tahun 1970-an.
Sumber: RT
Editor: Hasan M




















































