Turki Enggan Tanggapi Keinginan Swedia dan Finlandia Gabung dalam Aliansi NATO, Begini Alasannya

INTIP24NEWS – Turki enggan membahas pembicaraan mengenai rencana Swedia dan Finlandia bergabung dalam aliansi NATO. Bahkan Presiden Erdogan, pada hari Rabu (17/5), menentang akses negara-negara Nordik ke blok tersebut dengan alasan negara-negara tersebut mendukung kelompok teroris.

Pernyataan itu menyusul akan berkumpulnya
negara-negara anggota blok NATO untuk membuka negosiasi hanya beberapa jam setelah kedua negara secara resmi mengajukan aplikasi mereka.

Namun, Ankara dilaporkan telah menghentikan langkah itu pada awal pembicaraan.

Sebelumnya, Sekretaris Jenderal NATO Jens Stoltenberg mengatakan bahwa tahap pertama negosiasi tentang aplikasi kedua negara dapat diselesaikan dalam satu atau dua minggu.
Namun, perlawanan Turki menimbulkan keraguan apakah itu masih mungkin.

Bacaan Lainnya

Seorang juru bicara blok militer belum mengomentari dugaan batu sandungan dalam pembicaraan, tetapi dikutip di Financial Times mengatakan bahwa “kepentingan keamanan semua sekutu harus diperhitungkan dan kami bertekad untuk menyelesaikannya semua masalah untuk mencapai kesimpulan yang cepat.”

Pada saat yang sama, juru bicara tersebut menyatakan bahwa Swedia dan Finlandia adalah “mitra terdekat” NATO, seraya menambahkan bahwa akses mereka “akan memperkuat keamanan Euro-Atlantik”.

Menurut kantor berita DPA Jerman, Ankara telah mengangkat beberapa “masalah keamanan” dan mengatakan tidak dapat menyetujui dimulainya pembicaraan segera.

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengecam sekutu NATO Baratnya karena gagal menghormati “sensitivitas” Turki dalam masalah ini.

Dia juga menuduh Stockholm dan Helsinki menyembunyikan “teroris” di negara mereka.

“Kami meminta 30 teroris.
Mereka berkata: ‘Kami tidak memberi mereka’,” kata Erdogan kepada parlemen Turki pada hari Rabu.

“Anda tidak akan menyerahkan teroris tetapi Anda ingin bergabung dengan NATO.
Kami tidak bisa mengatakan ‘Ya’ kepada organisasi keamanan yang tidak memiliki keamanan,” tambah presiden.

Erdogan mengemukakan alasannya, kedua negara itu menampung ‘teroris’ musuh-musuh pemerintah Turki, yaitu kelompok Kurdistan dan pendukung Gulen.

Namun perkembangan terbaru menunjukkan Turki sebenarnya hanya ingin menaikkan posisi tawar politiknya di Eropa, dan mengajukan sejumlah tuntutan ke NATO.

Erdogan mengingatkan, delegasi Swedia dan Finlandia “tidak perlu repot” melakukan perjalanan ke Ankara untuk menegosiasikan niat mereka.

Semua 30 anggota NATO harus bersuara bulat untuk menerima keanggotaan baru negara yang mendaftar.

Swedia dan Finlandia mendaftarkan diri bergabung NATO sebagai tanggapan politik atas serangan Rusia ke Ukraina.

Turki menjadi anggota NATO, bersamaan Yunani, sebagai bagian dari ekspansi kedua aliansi pada 1952, kurang dari tiga tahun setelah didirikan.

Terkait tawar menawar ke NATO, Turki menuntut penghapusan sanksi ke Ankara menyusul pembelian sistem pertahanan rudal S-400 dari Rusia.

Turki juga menuntut dimasukkan kembali ke program pesawat canggih F-35. Tuntutan itu diwartakan Bloomberg mengutip pernyataan “tiga pejabat senior Turki.”

Sisanya, Turki menuntut Swedia dan Finlandia mengekstradisi orang-orang Turki yang dianggap terlibat separatism Kurdi dan pemberontakan Gulen.

Sumber: RT
Editor: Hasan M

Pos terkait