INTIP24NEWS.COM – Setidaknya dua pesawat tak berawak (drone) menyerang Kediaman Presiden Rusia Vladimir Putin di Kremlin. Tak disebutkan kejadian pasti, namun ini diyakini berlangsung Selasa tengah malam atau Rabu (3/5/2023) dini hari.
Dikutip dari AFP, upaya pembunuhan terhadap presiden Rusia itu terjadi di tengah persiapan Rusia untuk perayaan Hari Kemenangan Perang Dunia II, 9 Mei.
Meski demikian dua drone yang meluncur berhasil ditembak jatuh pasukan Putin. Tak ada seorang pun yang terluka termasuk presiden
Media Rusia RIA mengatakan Putin tidak berada di Kremlin saat itu dan bekerja pada Rabu di kediaman Novo Ogaryovo di luar Moskow.
Dari rekaman cctv yang didapat Reuters, terlihat api mengenai atap kediaman Putin di Kremlin. Namun sayangnya belum ada verifikasi dari Kremlin tentang serangan itu.
Insiden ini menimbulkan reaksi atas konflik yang sedang berlangsung antara Rusia dan Ukraina yang dapat menyebabkan eskalasi berbahaya yang mungkin melibatkan penggunaan senjata nuklir.
“Rusia pasti akan membalas.” kata seorang pengamat.
“Tidak diragukan lagi bahwa Rusia harus membalas,” kata Ralph Niemeyer, kepala Kelompok Oposisi Jerman untuk Kedaulatan dan Konstitusi Jerman.
“Akan ada eskalasi lebih lanjut, bahkan sampai ancaman penggunaan [senjata] nuklir, yang menurut saya sangat memungkinkan,” imbuhnya.
Seorang profesor hukum internasional Turki dan pakar terorisme, Mesut Hakki Casin, menyatakan bahwa eskalasi mungkin menjadi tujuan orang-orang yang merencanakan serangan itu.
Otak di balik serangan itu mungkin berusaha untuk menempatkan konflik yang sedang berlangsung antara Rusia dan Ukraina “di pusat perang Eropa” dan bahkan berpotensi memprovokasi Moskow untuk meluncurkan serangan nuklir taktis, katanya kepada RT.
“Ini adalah permainan yang sangat tidak dapat diterima dan sangat, sangat kotor,” analis Turki tersebut memperingatkan.
“Ini adalah serangan internasional yang terorganisir,” katanya.
Seperti diberitakan, serangan dua drone menargetkan Kremlin dini hari Rabu pagi. Satu meledak di atas Istana Senat, kediaman kerja Presiden Rusia Vladimir Putin. Yang kedua jatuh di pekarangan Kremlin, tidak jauh dari kediaman kerja kedua presiden, Istana Kremlin Agung.
Moskow menyalahkan insiden itu pada Ukraina dan berhak membalas. Sementara itu Ukraina menyangkal bertanggung jawab.













































