Warga Keluhkan Buruknya Pelayanan Puskesmas Abab PALI

INTIP24NEWS | PALI – Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) adalah salah satu sarana pelayanan kesehatan masyarakat yang amat penting. Kerena Puskesmas itu adalah ujung tombak pelayanan kesehatan bagi masyarakat di desa-desa dan diharapkan bisa melayani masyarakat dengan baik dan berkualitas.

Untuk dapat melayani dengan baik pada masyarakat tentu salah satu indikatornya adalah etos kerja petugas pelayanan kesehatan harus disiplin dan bertanggung jawab. Karena jika itu tidak di lakukan maka akan berdampak pada pelayanan yang buruk terhadap pasien bahkan bisa mengorbankan keselamatan pasien.

Seperti yang terjadi di Pusat Pelayanan kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Kecamatan Abab Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) Provinsi Sumatera Selatan buruknya pelayanan di puskesmas Abab ini di keluhkan warga hal ini diungkapkan “Siska” warga desa betung kecamatan abab PALI dijelaskannya pada senin,(10/05/2021) lalu dirinya membawa ibunya (Supna Binti Nawas) ke Ruang Unit Gawat Darurat (UGD) Puskesmas Abab untuk mendapatkan pertolongan karena ibunya mengalami sesak nafas sehingga tidak memungkinkan jika langsung dibawa ke Rumah Sakit yang jaraknya cukup jauh di kota Prabumulih.

Diceritakannya Lagi, kejadian tersebut terjadi pada senin,(10/05/2021) lalu sekitar pukul 17:00 WIB. Dimana saat itu ibunya mengeluh sesak nafas dan dirinya berniat untuk membawa sang ibu untuk berobat ke Rumah Sakit yang berada di kota Prabumulih. Namun karena keadaan darurat karena sang ibu membutuhkan Oksigen atau alat bantu pernafasan akhirnya dirinya membawa sang ibu ke UGD Puskesmas Abab untuk mendapat kan penanganan. Namun sesampainya di sana petugas medis seperti tidak perduli padahal saat itu tidak ada pasien lain selain ibunya. Beberapa perawat dan PNS di puskesmas abab tersebut hanya berdiam diri di depan ruangan dengan santai dan hanya menyuruh untuk membawa sang ibu ke rumah sakit kota Prabumulih bukannya memberikan penanganan kesehatan terlebih dahulu karena saat itu sang ibu sudah mengalami sesak nafas.

Bacaan Lainnya

“Karna ibu saat itu sudah mengalami sesak nafas, dan tidak memungkinkan jika langsung dibawa ke Rumah Sakit Prabumulih. Sehingga saya harus ke Ruang UGD Puskesmas untuk mendapatkan pertolongan”

“Namun sesampainya di puskesmas abab tepatnya di Ruang UGD karena saat itu ibunya membutuhkan pertolongan cepat. Namun tenaga medis di UGD seperti tidak perduli dan cuek terhadap ibunya hanya meminta supaya ibu saya di bawa ke RS kota prabumulih tanpa ada penanganan dan perawatan terlebih dahulu dan akhirnya nyawa ibu tidak tertolong meskipun sudah di bawa ke Rumah Sakit Kota Prabumulih” Ungkapnya Sedih

Ditambahkannya lagi, bahkan saat itu terjadi perdebatan dirinya dengan tenaga medis di UGD tersebut karena saat itu sang ibu membutuhkan Oksigen untuk membatu pernapasan namun oknum tenaga medis Puskesmas Abab tersebut meminta untuk menunggu persetujuan atasannya (Kepala Puskesmas)

“Saat itu terjadi perdebatan antara saya dengan petugas medis di sana karena untuk meminjamkan alat oksigen itu perlu laporan ke atasan terlebih dahulu. Sedangkan saat itu ibu saya sangat membutuhkan pertolongan pernapasan oksigen”

“Dan akhirnya dipinjamkan tenaga medis di sana walaupun sudah memohon. Namun alat oksigen tersebut tidak di cek terlebih dahulu sehingga diperjalanan yang belum jauh menuju Rumah Sakit kehabisan Oksigen sehingga ibu saya menjerit kesakitan akibat tidak bisa bernafas” jelasnya

Diungkapkan nya lagi, dengan cemas dan sok dirinya mencari pertolongan oksigen di perjalanan sambil menuju rumah sakit kota Prabumulih.

“Sesampainya di IGD rumah sakit Bunda Kota Prabumulih ibu langsung mendapat perawatan namun nyawa sang ibu sudah tidak bisa tertolong lagi”

“Saya berharap setelah kejadian ini pihak puskesmas abab Wajib mendapat kan teguran, supaya tidak terjadi lagi pada pasien pasien lain, sebab nyawa bukan mainan” tutupnya sedih

Sedangkan terkait Permasalahan ini pihak pimpinan Puskesmas Kecamatan Abab Dan Dinas Kesehatan Kabupaten PALI belum dikonfirmasi [E]

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *