PAPUA I INTIP24 News — Komunikasi yang baik bukan sekadar menyampaikan informasi, melainkan membangun pemahaman, menumbuhkan kepercayaan, dan menggerakkan masyarakat untuk mengambil keputusan yang tepat bagi kesehatan serta kesejahteraan keluarga.
Semangat inilah yang tercermin dalam pesan “Bicara dari Hati: Pahami, Sampaikan dengan Hati”, sebuah pendekatan komunikasi yang menekankan pentingnya empati dalam edukasi Cek Kesehatan Gratis (CKG).
Pesan tersebut relevan dengan upaya penguatan peran tenaga penyuluh Keluarga Berencana (KB) dan Petugas Lapangan Keluarga Berencana (PLKB) sebagai garda terdepan dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat secara jelas, ramah, dan mudah dipahami.
PLT Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Papua, Dr. Yuda Ganda Putra, S.IP., M.M., diharapkan terus mendorong penguatan komunikasi publik yang edukatif, inklusif, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.
Penyampaian informasi kesehatan tidak cukup dilakukan dengan bahasa formal atau istilah teknis yang sulit dimengerti, tetapi perlu disesuaikan dengan kondisi sosial, budaya, serta karakter masyarakat setempat.
Melalui pendekatan dialogis, penyuluh KB dan PLKB dapat membangun kedekatan dengan keluarga, membuka ruang konsultasi, serta meningkatkan pemahaman mengenai pentingnya pemeriksaan kesehatan dan pencegahan penyakit sejak dini.
Dalam konteks Papua yang memiliki keragaman budaya dan kondisi geografis, komunikasi yang santun, tepat, dan membumi menjadi bagian penting dalam menjembatani informasi layanan dengan kebutuhan masyarakat.
Komunikasi yang menyentuh hati harus diwujudkan melalui pelayanan nyata. Edukasi CKG yang menyenangkan dan mudah dipahami dapat menjadi pintu masuk untuk memperkuat kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kesehatan diri dan keluarga.
Karena itu, sinergi antara penyuluh KB, PLKB, tenaga kesehatan, pemerintah daerah, serta berbagai pemangku kepentingan perlu terus diperkuat agar informasi yang disampaikan tidak berhenti sebagai slogan, tetapi benar-benar mendorong partisipasi masyarakat dalam memanfaatkan layanan kesehatan yang tersedia.
Semangat “Pahami, Sampaikan dengan Hati” menjadi pengingat bahwa keberhasilan pelayanan publik bukan hanya diukur dari seberapa banyak informasi disampaikan, melainkan juga dari seberapa jauh informasi tersebut dipahami dan memberikan manfaat.
Dengan komunikasi yang humanis, kolaborasi yang kuat, dan pelayanan yang berorientasi pada masyarakat, BKKBN Provinsi Papua diharapkan terus berkontribusi dalam membangun keluarga yang sehat, tangguh, dan berkualitas.













































