INTIP24 News – Departemen Pertahanan Amerika Serikat (AS) Pentagon melancarkan operasi yang lebih dahsyat terhadap kelompok Houthi di Yaman. AS menamakan operasi serangan udara dan rudal tersebut sebagai ‘Operasi Poseidon Archer’.
Julukan operasi itu diambil dari nama dewa laut Poseidon, dewa laut Yunani yang dikenal di jajaran Romawi sebagai Neptunus
Mengutip CNN, Penamaan tersebut “menunjukkan pendekatan Pentagon yang lebih terorganisir, formal, dan berpotensi berjangka panjang” terhadap situasi di Laut Merah, menurut CNN.
Militer AS telah lama menggunakan nama itu untuk mempengaruhi persepsi internasional dan domestik mengenai operasinya.
Praktik penggunaan “pahlawan zaman dahulu” dan “tokoh dari mitologi Yunani dan Romawi” diperkenalkan oleh Perdana Menteri Inggris Winston Churchill pada Perang Dunia II.
Pejabat AS mengatakan bahwa Poseidon Archer diperlakukan sepenuhnya terpisah dari Prosperity Guardian, sebuah operasi yang diumumkan pada bulan Desember yang secara resmi melibatkan personel dan kapal dari 20 negara.
AS meluncurkan Prosperity Guardian untuk mengamankan jalur kapal dagang melalui Laut Merah dan Bab-el-Mandeb, setelah Houthi mengatakan mereka akan melarang kapal-kapal “yang terkait dengan Israel” sebagai bentuk solidaritas terhadap warga Palestina di Gaza.
Setelah serangan 11 Januari, kelompok Yaman mengatakan bahwa kapal-kapal Inggris dan Amerika juga akan menjadi sasaran empuk mereka.
Penamaan tersebut “menunjukkan pendekatan Pentagon yang lebih terorganisir, formal, dan berpotensi berjangka panjang” terhadap situasi di Laut Merah, menurut CNN.
Militer AS telah lama menggunakan nama yang dimaksudkan untuk mempengaruhi persepsi internasional dan domestik mengenai operasinya.




















































